Folu Net Sink 2030 Dicanangkan, Wamen Veronica Tan Pastikan Perempuan Diberdayakan

oleh -58 Dilihat
Wakil Menteri P3A, Veronica Tan, bersama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo serta jajaran Forkopimda saat mencanangkan Folu Net Sink 2030 Provinsi Gorontalol di Desa Bonda Raya, Kecamatan Suawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (8/10/2025). Foto/Bahrian Diskominfotik Provinsi Gorontalo.

INDO24JAM.IS, Gorontalo – Pencanangan Folu Net Sink 2030 Provinsi Gorontalol yang bertema “Gorontalo Lestari dan Sejahtera” di Desa Bonda Raya, Kecamatan Suawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (8/10/2025), menjadi lebih hidup dengan kehadiran Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI, Veronica Tan.

Wamen Veronica Tan menggunakan momentum ini untuk langsung berdialog dengan para perempuan petani, memastikan bahwa program kelestarian lingkungan sejalan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam sambutan yang yang singkat, Wamen Veronica Tan segera mencari tahu peran kaum ibu dalam kegiatan pertanian. Ia sempat menggali informasi tentang keseharian ibu-ibu rumah tangga yang sebagian besar adalah petani.

“Uangnya diterima sama siapa bu kalau menghasilkan? Sama ibu,” tanya Veronica Tan kepada salah satu ibu petani bernama Aisyah yang dipersilakan naik ke depan.

Ibu Aisyah menyampaikan, ia yang menerima, menyimpan, dan membelanjakan uang hasil tani untuk kebutuhan keluarga, termasuk memasak untuk suami dan anak-anaknya.

“Ujungnya satu bu. Semoga semua ibu-ibu berduit,” kata Wamen, disambut tawa dan tepuk tangan. Ia menekankan pentingnya ibu mengelola hasil bumi agar bisa menyediakan makanan yang sehat—seperti ikan, nasi, dan jagung—serta menghindari makanan instan.

Sejalan dengan itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa pencanangan Folu Net Sink 2030 ini adalah komitmen daerah untuk pelestarian lingkungan sekaligus kontribusi pada kesepakatan global penyerapan karbon.

“Harapannya setiap jengkal tanah yang terbuka itu harus ditanami,” ujar Gubernur.

Gusnar memuji kegiatan di Bonda Raya karena fokus pada penanaman pohon buah-buahan, menjadikannya produktif. Ia menambahkan, Kabupaten Bone Bolango akan dijadikan etalase dan percontohan yang baik untuk kegiatan penyerapan karbon, sebelum dikembangkan ke daerah-daerah lain di Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *