GEO 2025: Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

oleh -38 Dilihat
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, menyampaikan paparan pada acara Gorontalo Economic Outlook (GEO) Tahun 2025 dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Menuju Gorontalo yang Maju dan Sejahtera.” di Kantor BI Gorontalo, Selasa (04/11/2025). Foto/Istimewa.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menggelar acara Gorontalo Economic Outlook (GEO) Tahun 2025 dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Menuju Gorontalo yang Maju dan Sejahtera.”

Kegiatan ini diselenggarakan di kantor BI Gorontalo. acara ini bertujuan untuk memaparkan kinerja perekonomian Gorontalo hingga semester I 2025. Pada Selasa (4/11/2025)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo menunjukkan tren positif dibandingkan tahun 2024.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan ini mencerminkan hasil kolaborasi yang efektif antara berbagai pemangku kepentingan di daerah.

“Kita melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo di semester I 2025 bisa kita simpulkan lebih berkualitas.” ujarnya.

Bambang juga menjelaskan, Kinerja fiskal daerah pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan walaupun melambat, baik dari aspek realisasi belanja maupun pendapatan.

Ini mencerminkan pendekatan yang progresif dan inovatif dalam pengelolaan anggaran oleh Pemerintah Provinsi, Kota, dan Kabupaten.

“Artinya sektor perdagangan tetap tumbuh, tumbuh juga tinggi, 8 persen itu adalah angka yang tinggi, namun memang jika kita bandingkan dengan periode yang sama, dia melambat.” Jelasnya

Menuju tahun 2026, Bambang menyoroti perekonomian Gorontalo menghadapi sejumlah peluang dan tantangan yang dapat memengaruhi pertumbuhannya.

Sektor pertanian diprediksi akan tetap menjadi fondasi utama ekonomi daerah, didukung oleh peningkatan target produksi jagung nasional dan penyelesaian pembangunan Bendungan Bulango Ulu, sementara sektor pertambangan dan industri pengolahan juga menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan.

“Sektor pertanian diproyeksikan tetap menjadi penopang utama ekonomi daerah, didukung oleh peningkatan target produksi jagung nasional dan pembangunan Bendungan Bulango Ulu yang akan memperluas irigasi.” Ujar Bambang

Meskipun terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti hilirisasi produk pertanian yang belum optimal dan potensi penurunan transfer ke daerah, Bank Indonesia telah memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang inklusif dan berkelanjutan di tahun 2026.

Rekomendasi tersebut mencakup mendorong hilirisasi berbasis komoditas lokal, meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan swasta untuk menarik investasi.

Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan terhadap UMKM juga menjadi fokus utama untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Gorontalo yang maju dan berdaya saing, dengan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga dan memperluas kesempatan kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *