Peringatan HKN ke-61, Gubernur Gusnar Tegaskan Prestasi & Kompetisi Kinerja Tenaga Kesehatan

oleh -58 Dilihat
Pembukaan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Kamis (13/11/2025). Foto/Inka

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Kamis (13/11/2025) bukan sekadar seremoni. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dengan tegas menyampaikan tantangan kepada seluruh jajaran kesehatan di provinsi bekerja dan berprestasi dengan sebaik-baiknya atau menghadapi risiko terpinggirkan dalam perolehan kebijakan dan anggaran dari pusat.

Dalam apel yang dihadiri 39 kelompok dari keluarga besar kesehatan, Gubernur Gusnar menekankan bahwa era penyelenggaraan pemerintahan kini semakin kompetitif.

“Saya ingin tekankan prestasi itu karena apa? Sekarang, fenomena penyelenggaraan pemerintahan sudah semakin kompetitif. Orang sekarang menilai kinerja… Dengan prestasi kinerja Anda, kemudian terpantau oleh internet di tingkat nasional, terbaik, maka itu modal dasar yang paling perlu untuk berdiskusi dengan Menteri-nya,” tegas Gusnar Ismail.

Gubernur Gusnar mengaku enggan datang ke Jakarta hanya untuk pulang “dengan tangan kosong.”

Ia mencontohkan keberhasilannya melobi Menteri Kesehatan untuk mencairkan kembali anggaran Rp 85 miliar yang sempat putus kontrak untuk pembangunan Rumah Sakit Ainun. Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak lepas dari modal data dan prestasi kerja yang baik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang Otoluwa, dalam laporannya, mengungkapkan dua isu krusial yang juga menjadi fokus Gubernur.

Saat ini, prevalensi stunting di Gorontalo masih di angka 23,8%, jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 19,8%. Namun, ada kabar baik, Menteri Keuangan menyiapkan Rp 300 miliar sebagai insentif bagi daerah yang berhasil menurunkan angka stunting.

Anang Otoluwa secara spesifik meminta kabupaten/kota yang angka stuntingnya masih tinggi untuk segera berupaya keras agar Gorontalo bisa meraih insentif tersebut.

Ia menyebut Boalemo (8%) dan Pohuwato (16%) sebagai daerah dengan prevalensi terendah.

Gubernur Gusnar mengakhiri sambutannya dengan harapan agar di peringatan HKN ke-61 ini, seluruh insan kesehatan Gorontalo terus berprestasi dan melayani masyarakat, demi mewujudkan Gorontalo yang semakin maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *