Redam Inflasi Dini, Gubernur Gusnar Desak Ekosistem Mandiri Bahan Pangan untuk SPPG

oleh -34 Dilihat
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail memimpin langsung jalannya rapat Koordinasi Ketahanan Pangan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Gubernur, Rabu (26/11/2025). Foto/Inka.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail berikan peringatan serius terkait potensi lonjakan inflasi daerah yang dipicu oleh kebutuhan program strategis pemerintah pusat.

Dalam Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan di Aula Rumah Dinas Gubernur, Rabu (26/11/2025), Gubernur Gusnar secara tegas menekankan perlunya pembangunan ekosistem pertanian dan peternakan mandiri untuk menopang program Sarana Pengelolaan Pangan Gizi (SPPG), atau yang lebih dikenal sebagai Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gubernur Gusnar menggarisbawahi bahwa dengan masifnya perluasan program MBG hingga tahun 2026, Gorontalo akan menghadapi tantangan besar dalam ketersediaan bahan baku.

“Kita sekarang sudah memiliki SPPG, MBG… Yang jadi soal adalah ketersediaan bahan baku,” ujar Gubernur. “Sebab kalau kita tidak melangkah ke arah sana, maka saya perkirakan tahun depan SPPG kita akan bersaing ketat mendapatkan bahan baku.”

Untuk mencegah persaingan yang akan memicu hukum permintaan dan penawaran dan berujung pada inflasi komoditas hortikultura yang harganya dikenal mahal Gubernur menginstruksikan langkah konkret untuk tahun 2026.

Fokus utamanya, mengarahkan areal pertanaman hortikultura (cabai rawit, tomat, sayuran) dan pengembangan peternakan (ayam dan telur) agar berada di sekitar area SPPG.

“Maksud saya, kita semua harus membangun ekosistem, mem-backup, mendukung MBG itu,” tegasnya. Strategi ini bukan hanya menstabilkan harga, tetapi juga memastikan kualitas bahan baku.

“Di samping lahan pekarangan harus ada satu ruasan yang bisa bernilai ekonomis… [misalnya] 1 SPPG di-backup 1-2 hektar tanaman cabai, 1-2 hektar tanaman tomat… Dan itu lebih segar,” tambahnya.

Selain ketahanan pangan untuk SPPG, rapat juga menyentuh upaya peningkatan populasi ternak melalui program Inseminasi Buatan (IB).

Dengan kekuatan 117 inseminator terlatih, Gubernur Gusnar memasang target ambisius: mencapai 10.000 akseptor di tahun 2026. Target ini didukung penuh dengan memastikan ketersediaan kebutuhan teknis.

“Di APBD 2026 kita akan seribu lagi. Jadi kita bertarget 10 ribu,” pungkas Gubernur, sembari menginstruksikan manajemen yang lebih teratur, dimulai dengan mengumpulkan semua inseminator untuk koordinasi awal.

Langkah-langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memastikan keberlanjutan program pangan bergizi tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *