Gorontalo Sahkan APBD 2026, Fokus Responsif dan Fiskal Berkelanjutan

oleh -44 Dilihat
Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, pada Jumat (28/11/2025). Foto/Inka.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, pada Jumat (28/11/2025).

‎Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan pendapatnya dalam rapat paripurna ke-63 DPRD Provinsi Gorontalo, di kantor DPRD Provinsi Gorontalo.

‎Pada tahun anggaran 2025, Gorontalo berhasil menjaga keseimbangan ritme belanja dan pendapatan yang optimal, bahkan menempati peringkat 10 besar nasional untuk pengelolaan APBD terbaik. Hal ini menjadi modal penting menghadapi anggaran tahun depan yang diproyeksikan menyusut.

‎Meski begitu, gubernur mengingatkan soal silpa atau sisa lebih penggunaan anggaran yang terjadi akibat perencanaan teknis yang kurang matang dan kelengkapan persyaratan kegiatan yang tidak terpenuhi.

‎“Silpak terjadi karena dua hal. Hal yang pertama adalah karena perencanaan teknis yang tidak matang… Dan yang kedua, kealpaan kita semua terhadap kelengkapan persyaratan sebuah kegiatan,” ujarnya.

‎Gubernur juga mengumumkan terobosan pembangunan yang berkelanjutan, termasuk penandatanganan kerja sama pencetakan sawah seluas 5.642 hektar yang diarahkan pada pemanfaatan lahan irigasi rendah dengan anggaran mencapai Rp200 miliar.

‎“Tadi pagi Kepala Dinas Pertanian Provinsi bersama Dandrem 131 Nani wartabone menanatangani perjanjian kerjasama pencetakan sawah kurang lebih 5.642 hektar… dengan jumlah angkaran 200 miliar,” Jelasnya.

‎Selain itu, Gubernur Gusnar menyampaikan pengembangan sektor peternakan yang terkonsentrasi di Gorontalo Utara diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi daerah melalui pembibitan dan hilirisasi ayam potong.

‎“Gorontalo Utara itu saya bilang kepada Kepala Dinas Pertanian… pokoknya Gorontalo Utara kita hujani dengan BOC ayam, agar bisa cepat berkembang… menjadi tulang punggung ekonomi Provinsi Gorontalo,” tambahnya.

‎Gubernur menegaskan bahwa meskipun APBD 2026 diproyeksikan berkurang sekitar Rp200 miliar, pemerintah akan tetap fokus pada efisiensi anggaran dan mempertahankan program prioritas strategis demi kesejahteraan masyarakat.

‎Dengan segala kendala fiskal, momentum pengesahan APBD ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi percepatan pembangunan dan pelayanan publik di Gorontalo pada 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *