NTP Gorontalo Alamai Penurunan, Ekspor Terjun Bebas di Tengah Optimisme Perhotelan

oleh -51 Dilihat
Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo Pada Novber 2025 pada Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (01/12/2025), tercatat sebesar 114,48. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Foto/Inka.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Data ekonomi Gorontalo pada akhir tahun menunjukkan tren yang kontras. Indeks utama sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP), mengalami penurunan, dan nilai ekspor mencatat kerugian signifikan. Namun, kabar baik datang dari sektor pariwisata, di mana Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang justru menunjukkan peningkatan.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti pada Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (01/12/2025) menerangkan, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada November 2025 tercatat sebesar 114,48. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan NTP ini disebabkan oleh faktor utama diantarnya; Indeks yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik tipis sebesar 0,01 persen. Indeks yang Diterima Petani (It) turun cukup dalam, yaitu sebesar 1,33 persen.

Hal ini mengindikasikan bahwa harga yang diterima petani (pendapatan) turun lebih cepat dibandingkan kenaikan harga kebutuhan hidup dan biaya produksi yang harus mereka bayar.

Di Tingkat Regional, Gorontalo adalah satu dari sembilan provinsi di Timur Indonesia yang mengalami penurunan NTP. Penurunan terdalam tercatat di Papua Barat Daya (-3,12%), sementara kenaikan tertinggi terjadi di Papua Selatan (+0,85%).

“Pada bulan yang sama, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Gorontalo naik 0,30 persen, didorong oleh kenaikan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,48 persen. Kenaikan IKRT ini menunjukkan biaya hidup masyarakat secara umum mengalami peningkatan”. Jelas Dwi Alwi.

Sementara itu, Kinerja perdagangan luar negeri Gorontalo pada Oktober 2025 mengalami guncangan.

Nilai Ekspor; Tercatat sebesar US$6,46 juta, anjlok 15,52 persen dibandingkan bulan September (US$7,65 juta). Komoditas Utama: Ekspor melalui pelabuhan/bandara Gorontalo menyumbang US$3,74 juta, didominasi oleh komoditas Pelet Kayu (HS 44) dengan tujuan utama Jepang dan Korea Selatan. Nilai Impor: Tetap rendah dan terkendali, tercatat sebesar US$321,4 ribu.

Penurunan ekspor ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kembali strategi perdagangan dan daya saing komoditas unggulan Gorontalo di pasar internasional.

Berbeda dengan sektor pertanian dan perdagangan, sektor pariwisata menunjukkan tren positif.

TPK Hotel Bintang; Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Oktober 2025 mencapai 47,87 persen, naik signifikan 2,30 poin dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas perjalanan dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Gorontalo.

Lama Menginap: Rata-rata lama menginap tamu (asing dan domestik) di hotel bintang stabil di angka 1,54 malam. Sementara itu, rata-rata lama menginap di hotel non-bintang sedikit menurun menjadi 1,07 malam.

Stabilitas rata-rata lama menginap di hotel bintang, ditambah dengan peningkatan TPK, menjadi indikasi kuat bahwa sektor pariwisata Gorontalo mulai pulih dan menjanjikan pertumbuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.