INDO24JAM.ID, Kota Gorontalo – Semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial ditegaskan dalam khutbah Jumat yang disampaikan Dr. KH Adnan, M.Ag, atau yang akrab disapa Kang Adnan, di Masjid Rahmatullah I, Jalan Ampi, Kota Gorontalo, Jumat (5/12/2025).
Dalam khutbah bertema “Relawan sebagai Refleksi Ihsan”, Kang Adnan mengajak jamaah menjadikan nilai kesukarelawanan sebagai wujud nyata pengamalan ajaran Islam, terutama dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang tengah dihadapi bangsa.
Tema tersebut selaras dengan peringatan Hari Sukarelawan Internasional (International Volunteer Day) yang jatuh setiap 5 Desember.
Menurut Kang Adnan, keberadaan relawan memiliki peran penting karena kontribusi kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyinggung kondisi Indonesia yang kembali diuji oleh berbagai bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Musibah tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang kehidupan sosial dan psikologis para korban.
“Di tengah kondisi sulit seperti ini, kehadiran para relawan kemanusiaan menjadi secercah harapan. Bantuan, sekecil apa pun, mampu menghadirkan rasa aman dan menumbuhkan kembali semangat mereka yang terdampak,” tutur Kang Adnan dalam khutbahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa relawan adalah mereka yang secara sukarela membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan.
Bentuk kontribusi pun beragam, mulai dari turun langsung ke lokasi bencana, membantu distribusi logistik, hingga berdonasi dan menggalang bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
Kang Adnan menegaskan bahwa semangat relawan sejalan dengan ajaran Islam tentang tolong-menolong dalam kebaikan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2.
Selain itu, ia juga mengutip QS. Al-Baqarah ayat 195 yang memerintahkan umat Islam untuk berinfak dan berbuat ihsan.
Mengutip pandangan para ulama, Kang Adnan menjelaskan bahwa ihsan dimaknai sebagai upaya aktif memberikan pertolongan dan kebaikan kepada sesama. Karena itu, menjadi relawan kemanusiaan merupakan manifestasi langsung dari nilai ihsan dalam kehidupan sosial.
“Setiap kali kita hadir menolong orang lain, dalam bentuk apa pun, sesungguhnya kita sedang menghadirkan ajaran Islam yang hidup, relevan, dan penuh manfaat,” tegasnya.
Khutbah tersebut ditutup dengan ajakan agar jamaah menjadikan semangat kesukarelawanan sebagai bagian dari keseharian, tidak hanya saat bencana terjadi. Dengan bergerak bersama, diharapkan setiap kebaikan dapat meringankan beban sesama dan mendatangkan keberkahan. (*)









