November 2025 Nilai Ekspor & Angkutan Udara Gorontalo Mengalami Peningkatan

oleh -51 Dilihat
Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, saat merilis Berita Resmi Statistik yang digelar di kantor BPS pada Senin (5/1/2026). Foto/ Vivi Humas BPS.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo resmi merilis data terbaru mengenai indikator transportasi dan perdagangan luar negeri untuk periode November 2025.

Dalam rilis berita resmi Statistik yang digelar di kantor BPS pada Senin (5/1/2026), tercatat pergerakan ekonomi yang mengalami pertumbuhan positif, terutama pada sektor ekspor dan transportasi udara.

Dari sektor perdagangan internasional, nilai ekspor Provinsi Gorontalo pada November 2025 menyentuh angka US$8,35 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan tajam sebesar 29,20 persen dibandingkan bulan Oktober yang berada di angka US$6,46 juta.

Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, merincikan bahwa sebesar US$5,95 juta dari total ekspor tersebut disumbangkan melalui pelabuhan dan bandara lokal.

Molases (HS 17) menjadi komoditas unggulan yang dikirim ke Korea Selatan. Pelet Kayu (HS 44) memperkuat pasar ekspor menuju Jepang.

Sisi menarik lainnya, Gorontalo mencatatkan nihil impor pada periode ini, yang menandakan surplus perdagangan yang kuat bagi daerah.

Sementara itu, sektor mobilitas penduduk, transportasi udara menjadi primadona sepanjang November 2025. Jumlah penumpang pesawat yang berangkat melalui bandara di Gorontalo mencapai 15.312 orang, melonjak 15,53 persen dari bulan sebelumnya.

Arus kedatangan pun mengikuti tren positif dengan kenaikan 12,15 persen (15.047 orang). Kondisi serupa terjadi pada jalur penyeberangan feri, di mana terjadi peningkatan tipis baik untuk penumpang berangkat (naik 2,67%) maupun datang (naik 2,71%).

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada angkutan laut (kapal besar). Sektor ini mengalami penurunan dengan penurunan jumlah penumpang berangkat sebesar 9,84 persen dan penurunan penumpang datang yang cukup dalam hingga 12,91 persen.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun jalur laut konvensional mengalami penurunan, aktivitas ekonomi Gorontalo tetap bergairah yang tercermin dari tingginya mobilitas udara dan pengiriman komoditas ke pasar global.

Stabilitas ekspor ke negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah di awal tahun 2026 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *