November 2025, TPT Provinsi Gorontalo Melandai, TPAK Naik Menjadi 70,80 persen

oleh -85 Dilihat
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Wateki, saat merilis berita resmi statistik terkait perkembangan ekonomi di Provinsi Gorontalo, Kamis (05/02/2026). Foto/Vivi Humas BPS

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Awal Tahun 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatatkan tren positif dalam laporan Berita Resmi Statistik yang dirilis Kamis (5/2/2026).

Data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi Gorontalo mulai lebih lincah menyerap tenaga kerja, dengan sektor hijau – pertanian, kehutanan, dan perikanan – masih menjadi tulang punggung utama masyarakat.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Wateki, saat merilis berita resmi statistik memaparkan performa ketenagakerjaan berdasarkan hasil Sakernas November 2025.

Wateki merinci, Lonjakan Angkatan Kerja, Jumlah angkatan kerja kini menyentuh angka 672.391 orang, bertambah 16.710 orang dibanding Agustus 2025.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 70,80 persen, menandakan masyarakat semakin antusias dan aktif terjun ke dunia kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga ke angka 3,23 persen, mengalami penurunan tipis namun berarti sebesar 0,19 persen poin.

Dibalik angka-angka tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan muncul sebagai pahlawan. Sektor ini mencatatkan peningkatan serapan tenaga kerja paling signifikan, yakni sebanyak 25.381 orang.

Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan dan potensi ekonomi Gorontalo masih berakar kuat pada kekayaan sumber daya alamnya.

“Ini adalah potret nyata dinamika pasar kerja kita. Meskipun pengangguran menurun, tantangan kita berikutnya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pekerjaan dari informal menuju arah yang lebih stabil,” ujar Wateki dalam paparannya.

Secara keseluruhan, potret ketenagakerjaan Gorontalo di awal tahun 2026 ini menunjukkan resiliensi yang baik. Meski didominasi oleh sektor tradisional dan informal, kemampuan daerah dalam menekan angka pengangguran hingga ke level 3,23 persen adalah sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.