Menuju Embarkasi Haji Penuh, Bandara Djalaluddin Gorontalo Mulai Perluasan Apron

oleh -52 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mewujudkan daerah ini sebagai embarkasi haji penuh terus dimatangkan. Salah satunya melalui pengembangan fasilitas di Bandara Djalaluddin yang mulai melakukan perluasan apron serta pembangunan taxiway, Jumat (20/02/2026).

Dimulainya pekerjaan tersebut ditandai dengan prosesi pemecahan kendi yang dilakukan langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kepala Bandara Joko Harjani, Kapolda Gorontalo Widodo, serta Ketua DPRD Thomas Mopili. Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda dan berbagai pemangku kepentingan.

Pengembangan infrastruktur bandara ini dinilai sangat strategis dalam memenuhi persyaratan sebagai embarkasi haji penuh, sekaligus meningkatkan konektivitas transportasi udara di Provinsi Gorontalo.

Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan, proyek tersebut menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan nilai sekitar Rp40 miliar. Ia menegaskan bahwa setelah tahapan perluasan apron dan pembangunan taxiway rampung, pemerintah akan melanjutkan peningkatan kualitas landasan pacu.

“Usai tahap ini, kita akan menambah lapisan runway hingga mencapai panjang 2.500 meter. Jika itu sudah terealisasi, maka persyaratan sebagai embarkasi haji penuh sudah terpenuhi,” ujar Gusnar kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan, pada tahun 2026 terdapat dua daerah yang diusulkan menjadi embarkasi haji penuh, yakni Gorontalo dan Yogyakarta. Namun, menurutnya masing-masing daerah memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Bandara di Jogja sudah memenuhi standar, tetapi mereka belum memiliki asrama haji sehingga masih memanfaatkan hotel. Sementara Gorontalo justru sudah siap dari sisi asrama, hanya bandara yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Gusnar optimistis Gorontalo dapat segera menyusul setelah pengembangan bandara selesai. Ia menargetkan embarkasi haji penuh bisa mulai beroperasi paling lambat pada tahun 2028.

Sementara itu, Kepala Bandara Djalaluddin Joko Harjani berharap proyek berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia menyampaikan bahwa kontraktor akan segera memulai pekerjaan konstruksi.

“Mudah-mudahan pada November 2026 seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,” katanya.

Joko juga memastikan aktivitas penerbangan tetap berlangsung normal selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, lokasi proyek berada di sisi apron yang sudah ada sehingga tidak mengganggu operasional bandara.

“Meski demikian, seluruh prosedur keselamatan penerbangan tetap dijalankan, termasuk pemberitahuan resmi terkait adanya pekerjaan di kawasan bandara. Semua SOP akan dilaksanakan sesuai ketentuan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *