Pengurus PWP-PG Hadiri Halal bi Halal Pemprov Gorontalo di Sumber Ria Ballroom

oleh -198 Dilihat
Ketua Umum PWP Pusat Gorontalo Kang Adnan dan pengurus bersama Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah. Foto/Istimewa.

INDO24JAM.ID, Gorontalo — Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar acara Halal bi Halal bersama masyarakat Gorontalo serta warga perantauan, yang berlangsung di Sumber Ria Ballroom, Kota Gorontalo, Sabtu (5/4/2025)

Acara yang bertajuk “Merajut Silaturrahmi, Memperkuat Ukhuwah di Hari Fitri” ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran Pengurus Paguyuban Warga Pasundan Pusat Gorontalo (PWP-PG).

Ketua Umum PWP-PG, Kang Adnan, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan untuk turut serta dalam kegiatan penuh makna tersebut.

Menurutnya, Halal bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momen penting untuk membersihkan hati dan mempererat persaudaraan.

“Halal bi Halal adalah momentum untuk melepaskan diri dari emosi negatif yang kerap bersarang di hati seperti kecewa, marah, dan dendam melalui saling memaafkan. Ini adalah peristiwa spiritual yang dilakukan bersama, bukan sendirian,” ujar Kang Adnan.

Ia menambahkan bahwa memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, melainkan sebuah ikhtiar untuk membebaskan diri dari beban emosi negatif.

Ketika seseorang berhasil melakukannya, maka ia akan sampai pada kebeningan hati yang dalam ajaran agama disebut sebagai fitrah.

“Inilah alasan kita mengucapkan minal ‘âidîn wal fâizin semoga Allah mengembalikan kita kepada kesucian dan memberikan kemenangan. Al-Fâizûn adalah mereka yang memperoleh kemenangan sejati, hadiah dari sisi Allah SWT setelah perjuangan selama bulan Ramadhan,” jelasnya.

Dalam pandangannya, Kang Adnan juga menekankan pentingnya menjaga kestabilan iman pasca-Ramadhan, agar tidak tenggelam dalam fluktuasi spiritual yang kerap terjadi.

Menurutnya, hati yang luas akan mudah memahami dan menerima perbedaan, sementara hati yang sempit cenderung merasa paling benar sendiri dan mudah mencurigai yang berbeda.

“Keluasan hati itu adalah interaksi batin kita dengan sesama. Saat memberi, kita tak mengharap kembali. Saat berusaha, kita tak perlu pujian. Saat bahagia, kita tak mudah kecewa. Dan saat berdamai, kita tak lagi galau,” ungkapnya penuh makna.

Ia mengingatkan bahwa tindakan baik yang dilakukan dengan harapan balasan adalah tanda hati yang belum lapang.

Sementara hati yang luas menjadi modal utama untuk menjalankan misi kehidupan yang lebih produktif, inovatif, solutif, dan penuh dedikasi.

Acara Halal bi Halal ini menjadi ruang temu yang hangat, sarat dengan nilai spiritual, sekaligus pengingat akan pentingnya merawat ukhuwah dan memperkuat sinergi antarwarga demi Gorontalo yang lebih harmonis dan sejahtera. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.