Kang Adnan: Nabi Muhammad SAW sebagai Programmer Akhlak Mulia

oleh -188 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Rahmatullah II Perumahan Misfalah Rasaindo, Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Sabtu (13/9/2025) berlangsung penuh makna.

Perayaan ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan World Programmers’ Day atau Hari Programmer Sedunia.

Dalam kesempatan itu, Pembina BTM Rahmatullah II, Dr. H. Adnan, M.Ag akrab disapa Kang Adnan – menyampaikan tema unik: “Nabi Muhammad SAW sebagai Programmer Akhlak Mulia.”

Menurut Kang Adnan, setiap individu seharusnya menjadi “programmer” dalam memaknai kehidupan. Bukan dengan bahasa teknologi semata, tetapi dengan menata iman, takwa, serta akhlak yang mulia.

“Sebagaimana programmer merancang sistem agar berjalan sesuai aturan, demikian pula manusia harus memprogram hidupnya untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW,” jelasnya.

Ia menambahkan, Hari Programmer Sedunia sejatinya merupakan penghargaan atas kemajuan teknologi dan inovasi.

Namun dalam konteks Maulid Nabi SAW, momentum ini dapat dijadikan refleksi agar umat Islam mampu “memprogram” diri dengan sifat-sifat mulia Rasulullah.

“Generasi muda harus kita edukasi untuk menjadikan sifat Nabi Muhammad SAW sebagai algoritma hidup. Dengan begitu, mereka siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks, tanpa kehilangan jati diri sebagai pribadi luhur dan santun,” tutur Kang Adnan.

Lebih jauh, ia menyinggung bahwa peringatan Maulid bukan sekadar ritual, melainkan sarana untuk memperkuat kesadaran manusia sebagai khalifatullah fil ardh, yang mengelola alam semesta sesuai syariat, seraya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini sejalan dengan konsep ekoteologi yang pernah digaungkan Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar,” tambahnya.

Kang Adnan juga menegaskan, Nabi Muhammad SAW adalah “programmer profesional” dalam membangun masyarakat yang damai dan toleran.

Hal itu terbukti melalui kepemimpinan beliau di Madinah, ketika mampu mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar serta merumuskan Piagam Madinah yang merangkul keragaman budaya dan agama.

“Keteladanan Rasulullah adalah bukti bahwa kehidupan yang berlandaskan akhlakul karimah bisa menjadi ‘sistem operasi’ terbaik bagi umat manusia sepanjang masa,” pungkas Kang Adnan di hadapan jamaah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *