HACF 2025 Dorong UMKM Naik Kelas, Karawo Menuju Panggung Global

oleh -53 Dilihat
Salah satu rangkaian HACF 2025. Foto/ BI Gorontalo

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Hulonthalo Art & Craft Festival (HACF) 2025 kembali membuktikan dirinya sebagai ruang inspirasi dan kolaborasi dalam menggerakkan ekonomi kreatif Gorontalo.

Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini menghadirkan rangkaian agenda yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, hingga masyarakat umum.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Talkshow UMKM Naik Kelas: Branding Kuat, Digital Hebat, Omzet Melesat pada 27 September 2025, serta Seminar Nasional Karawo bertajuk “Narasi di Setiap Benang: Menangkap Peluang Pasar untuk Masa Depan Karawo” yang digelar sehari setelahnya, keduanya berlangsung di Grand Palace Convention Center (GPCC) Gorontalo.

Baca juga: BI Dorong UMKM Gorontalo Tumbuh Lewat HACF 2025

Pada sesi talkshow UMKM, pakar branding nasional Franka Soeria mengupas strategi Creative Thinking in Digital Branding. Ia menekankan pentingnya konsistensi, storytelling, serta pemanfaatan platform digital untuk membangun brand yang kuat.

Menurutnya, dengan penetrasi internet di Indonesia yang telah mencapai 79 persen pada 2024, digitalisasi adalah peluang besar bagi UMKM Gorontalo untuk menembus pasar nasional bahkan global.

“UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Mereka harus mampu menampilkan nilai dan keunikan yang membuat produknya berbeda,” ujar Franka di hadapan peserta.

Sementara itu, pada Seminar Nasional Karawo tanggal 28 September, HACF menghadirkan narasumber lintas bidang, yakni Dr. Herwin Mopangga (Akademisi UNG), Ariy Arka (entrepreneur, fashion designer & influencer), serta Franka Soeria (CEO Markamarie, Modest Fashion Indonesia). Seminar ini dimoderatori oleh Dr. Isnawati Ilahude M (Founder TIAR Handycraft & Direktur Galeri OLAKU).

Baca juga: Bank Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Lewat HACF 2025

Dalam paparannya, Franka kembali menekankan pentingnya pemasaran fesyen kreatif agar Karawo tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga tren global yang inklusif.

Ia menyebut strategi yang perlu ditempuh antara lain mengidentifikasi target pasar, membangun identitas merek, memaksimalkan media sosial, menghadirkan desain berbasis solusi, hingga menonjolkan keberlanjutan sebagai nilai jual.

Rangkaian talkshow UMKM dan seminar Karawo ini menjadi bagian integral dari HACF 2025. UMKM Gorontalo diperkuat melalui strategi branding dan digitalisasi, sementara Karawo diangkat sebagai ikon budaya yang siap bersaing di pasar internasional.

Dengan semangat kolaborasi, HACF 2025 diharapkan mampu melahirkan UMKM tangguh dan inovatif sekaligus mengokohkan Karawo sebagai warisan budaya yang mendunia.

Gorontalo pun kian diperhitungkan, tidak hanya karena kekayaan budayanya, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan daya saing ekonomi menuju panggung global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.