INDO24JAM.ID, Gorontalo – Kabar menggembirakan datang dari rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo. Dalam paparan yang berlangsung di Kantor BPS Provinsi Gorontalo pada Kamis (5/2/2026), tercatat angka kemiskinan di Gorontalo mengalami penurunan yang cukup konsisten sepanjang semester kedua tahun 2025.
Menurut Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Wateki, saat merilis berita resmi statistik, persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada September 2025 berada di angka 12,62 persen. Angka ini menunjukkan tren positif dengan penurunan sebesar 0,62 persen poin dibandingkan kondisi pada Maret 2025.
Penurunan ini tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah saja, melainkan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Wilayah Perdesaan menjadi penyumbang penurunan terbesar. Persentase penduduk miskin turun dari 20,80 persen pada Maret 2025 menjadi 19,86 persen di September 2025 (turun 0,94 persen poin). Wilayah Perkotaan mengalami penurunan tipis namun stabil, dari 4,68 persen menjadi 4,46 persen (turun 0,22 persen poin).
Secara nominal, jumlah penduduk miskin di Gorontalo berkurang sebanyak 6,98 ribu orang. Jika pada Maret 2025 jumlahnya mencapai 162,74 ribu, kini di September 2025 menyusut menjadi 155,76 ribu orang.
BPS juga merilis angka Garis Kemiskinan (GK) yang menjadi pembatas untuk mengukur status ekonomi asyarakat. Pada September 2025, GK Provinsi Gorontalo ditetapkan sebesar Rp519.640,- per kapita per bulan. Menariknya, pengeluaran untuk kebutuhan pangan masih mendominasi pengeluaran asyarakat di bawah garis kemiskinan.
Tingginya angka Garis Kemiskinan Makanan (77,9%) menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat di Gorontalo.
Penurunan angka kemiskinan ini menjadi sinyal positif bagi pemerintah daerah bahwa program intervensi ekonomi yang dilakukan mulai membuahkan hasil di akar rumput.









