INDO24JAM.ID, Gorontalo – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah daerah.
Bersama Pemerintah Provinsi dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Gorontalo, BI menggelar Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM syariah dan kemandirian ekonomi pesantren.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail itu turut dihadiri Kanwil Kemenag, sejumlah OPD, KDEKS, Himpunan Ekonomi Bisnis Pondok Pesantren (Hebitren), serta pelaku UMKM binaan.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Satya Permana, menegaskan bahwa bazar yang telah memasuki tahun ketiga ini bukan sekadar agenda tahunan Ramadan, tetapi bagian dari strategi penguatan ekosistem halal dan rantai nilai ekonomi syariah di Gorontalo.
“Bazar Ramadan ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar UMKM syariah, termasuk produk pesantren dan kelompok tani binaan. Kami ingin mendorong pelaku usaha lokal naik kelas, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas,” ujar Bambang.
Bazar Ramadan 2026 yang berlangsung sejak 19 Februari hingga 15 Maret 2026 menghadirkan 175 UMKM, pondok pesantren, dan kelompok tani mitra BI. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari olahan pangan, fesyen muslim, kerajinan tangan, hingga pangan organik.
Tak hanya menjadi ajang promosi, rangkaian kegiatan juga diisi talkshow interaktif tentang pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pelindungan konsumen.
Selain itu, digelar pula Gerakan Sadar ZISWAF dan berbagai lomba bertema UMKM dan ekonomi syariah guna meningkatkan literasi ekonomi keuangan yang inklusif.
Menariknya, tahun ini bazar turut dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penampilan produk pangan organik dari UMKM dan kelompok tani binaan.
Inovasi tersebut diharapkan mampu membantu pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Sinergi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan UMKM, tetapi juga mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan. Ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” tambah Bambang.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang pada Triwulan IV 2025 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,12 persen (year on year).
Dengan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah daerah, BI, KDEKS, dan komunitas pesantren, Bazar Ramadan 2026 diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi syariah sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi Gorontalo selama Ramadan dan seterusnya. (*)







