INDO24JAM.ID, Gorontalo – Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo guna memastikan inflasi tetap terkendali.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, menegaskan komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan strategi 4K yang terintegrasi, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Hal itu disampaikan Bambang pada kegiatan Ngopi Bareng Insan Media atau Piramida di Galeri UMKM Olaku, Jumat (20/2/2025)
“Pengendalian inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri membutuhkan kerja bersama yang solid. Melalui High Level Meeting TPID yang telah dilaksanakan awal Februari lalu, kami menyepakati langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, pada aspek Keterjangkauan Harga (K1), BI dan TPID mengoptimalkan pemantauan harga serta pasokan pangan strategis dengan memanfaatkan early warning system seperti IPH BPS dan PIHPS BI. Selain itu, stabilisasi harga dilakukan melalui intervensi pasar yang terkoordinasi, tepat lokasi, waktu, dan komoditas melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Sejauh ini sudah dilaksanakan tiga kali GPM, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ke depan, kegiatan ini akan semakin diintensifkan,” jelasnya.
Pada sisi Ketersediaan Pasokan (K2), Bambang menyebut penguatan pasokan lokal terus didorong, termasuk optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Untuk komoditas yang produksinya terbatas di Gorontalo, TPID menggandeng daerah lain, seperti pasokan bawang merah dari Kabupaten Enrekang dan tomat dari Kabupaten Minahasa Selatan.
Sementara itu, untuk Kelancaran Distribusi (K3), pemerintah daerah bersama otoritas terkait memastikan subsidi ongkos angkut dalam pelaksanaan GPM dan pasar murah berjalan efektif. Pengawasan distribusi lintas wilayah, ketersediaan armada angkut, hingga pasokan BBM dan LPG turut menjadi perhatian, termasuk mitigasi risiko cuaca.
“Ke depan juga akan diperkuat kerja sama antar daerah, termasuk antara Kabupaten Bone Bolango dan Kota Tomohon untuk komoditas tomat,” tambah Bambang.
Adapun pada aspek Komunikasi Efektif (K4), BI bersama TPID mengintensifkan kampanye belanja bijak sesuai kebutuhan serta memperluas informasi terkait kegiatan GPM dan inspeksi pasar. Langkah ini diharapkan dapat membentuk ekspektasi harga yang positif dan menekan potensi kenaikan harga yang tidak wajar.
Secara khusus, Bambang mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan memanfaatkan produk UMKM olahan pangan sebagai bentuk diversifikasi konsumsi. Ia juga mendorong penggunaan transaksi non-tunai demi efisiensi dan keamanan.
“Dengan belanja bijak dan memanfaatkan transaksi non-tunai, masyarakat tidak hanya lebih aman dan efisien, tetapi juga turut mendukung stabilitas ekonomi daerah,” pungkasnya.
Melalui sinergi yang kuat antara BI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, stabilitas harga di Gorontalo pada momen Ramadan dan Idulfitri 2026 diharapkan tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi. (*)







