INDO24JAM.ID, Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengikuti pelaksanaan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 8.000 pelaku UMKM di 38 provinsi se-Indonesia yang diselenggarakan secara virtual di halaman Rumah Dinas Gubernue Gorontalo (21/10/2025) dan dihadiri langsung oleh Presiden RI via Zoom.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Idah Syahidah menegaskan kembali peran krusial UMKM di tengah tantangan global. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Di tengah-tengah berbagai macam tantangan ekonomi global, sektor UMKM terbukti tangguh dan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar,” ujarnya.
Program KUR ini, lanjutnya, adalah wujud nyata sinergi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha untuk memberikan akses permodalan yang mudah, cepat, dan terjangkau agar UMKM dapat naik kelas, memperluas usaha, dan meningkatkan kesejahteraan.
Di Gorontalo sendiri, 250 debitur turut serta dalam akad massal yang mencakup beragam usaha, mulai dari rumah makan, menjahit, batako, hingga kuliner seperti somai dan batagor. Kepada para penerima KUR, Wakil Gubernur menyampaikan pesan tegas sekaligus harapan besar.
“Gunakanlah dana ini dengan bijak dan produktif. Jadikan modal ini sebagai titik awal kemajuan usaha. Bukan sekedar tambahan pinjaman, tetapi tunjukkan bahwa pelaku UMKM kita mampu tumbuh dan mandiri,” pesan beliau, memberikan penekanan bahwa bantuan permodalan harus benar-benar mendorong peningkatan usaha.
Wagub juga memastikan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya memberikan modal, tetapi juga hadir melalui pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi pemasaran agar UMKM Gorontalo tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, menyoroti realita daya serap KUR di Gorontalo yang masih perlu ditingkatkan.
Hingga saat ini, tercatat baru 9.158 debitur dengan total nilai kredit Rp454 miliar di enam kabupaten/kota. Angka ini dinilai terkecil di Indonesia, jauh di bawah daerah lain yang sudah mencapai hampir Rp1 triliun. Padahal, jumlah total UMKM di Gorontalo mencapai 118 ribu.
“Yang mendapatkan fasilitas yang bisa mengakses kredit usaha rakyat ini baru mencapai 8%. Oleh karena itu peluang ini terbuka lebar untuk semua Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) bisa memberikan fasilitas kredit buat Bapak dan Ibu pelaku usaha UMKM,” ajak Risjon Sunge.

Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri turut menunjukkan komitmen dengan menyediakan anggaran bantuan khusus tahun ini sebesar Rp7,1 miliar untuk UMKM dan Rp3,3 miliar untuk Industri Kecil Menengah (IKM).
Akad massal KUR ini, yang juga dirangkai dengan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) secara nasional, menjadi momentum nyata dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus tantangan bagi UMKM Gorontalo untuk lebih agresif memanfaatkan peluang permodalan yang tersedia.







