INDO24JAM.ID, Gorontalo – Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan realitas yang terjadi tanpa disadari saat ini. Hal tersebut menjadi sorotan utama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat membuka kegiatan Aksi Penanaman Pohon di sepanjang Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), Kamis, 30 Oktober 2025.
Acara ceremonial yang berkolaborasi dengan Program Penurunan Emisi Provinsi ini menjadi momentum penting untuk menyadarkan masyarakat akan kenaikan suhu ekstrem dan pergeseran musim hujan yang sudah mulai terasa.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menegaskan bahwa gejala perubahan iklim telah nyata, meski sering diabaikan.
“Perubahan iklim itu sementara berlangsung sekarang, tetapi kita merasa tidak merasakan. Tapi pada suatu saat nanti, dia akan muncul dalam tanda-tanda yang tidak biasa,” ujar GusGusna.
Ia mencontohkan kenaikan suhu di Gorontalo yang biasanya berkisar 31-32 derajat, kini sudah mulai bergeser ke 33-34 derajat. Kesadaran untuk tidak membiarkan situasi ini berlanjut menjadi dasar utama dilakukannya aksi penanaman pohon.
Gubernur Gusnar membawa kabar menarik, bahwa menanam pohon di era ini memiliki dimensi ekonomi baru yang mungkin belum banyak diketahui publik: pohon dapat “membuahkan dana”.
Ini terkait dengan upaya dunia untuk menekan emisi karbon, di mana negara-negara tropis seperti Indonesia menjadi tumpuan harapan.
“Sekarang, kita itu menanam pohon, ada rumusnya, kemudian pohon itu akan membuahkan dana, akan membuahkan anggaran. Saya tadi dilapori, Itu kurang lebih sudah ada 6 miliar,” ungkapnya.

Angka 6 miliar Rupiah tersebut, jelas Gusnar, adalah hasil hitungan lembaga dunia berdasarkan jumlah dan cakupan pohon yang ditanam serta potensi penekanan emisi karbon yang dihasilkan.
Untuk aksi penanaman kali ini, ruas Jalan GORR sepanjang kurang lebih 36 kilometer menjadi fokus utama. Gubernur memilih Pohon Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) sebagai tanaman hias untuk mendatangkan kecerahan dan keindahan visual.
Ia berharap, penanaman ini dapat dilakukan secara berkesinambungan tanpa mengandalkan anggaran proyek, melainkan melalui kolaborasi dan inovasi, salah satunya dengan menjadikan kegiatan penanaman pohon sebagai syarat atau rangkaian wajib bagi dinas yang merayakan ulang tahun.
“Kami menginginkan ruas jalan Gor kurang lebih 36 kilometer ini, kita pakai tanaman hias, pohon hias yang bisa mendatangkan kecerahan mata memandang ketika lewat di sini… Lama-lama tersambung ini, tanpa proyek-proyek lagi,” pungkasnya.
Di akhir acara, Gubernur juga menyerahkan bantuan hibah satu unit dump truck untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Gorontalo, dan berjanji akan menyusul di Bone Bolango.
Pesannya jelas, selain menanam pohon, pengelolaan sampah juga menjadi pilar penting dalam upaya bersama mengelola lingkungan hidup di Gorontalo.







