INDO24JAM.ID, Gorontalo – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Wateki, kembali merilis potret terbaru kondisi ekonomi daerah dalam Berita Resmi Statistik yang berlangsung di Kantor BPS, Senin (02/03/2026).
Data terbaru menunjukkan fenomena ekonomi yang unik. Gorontalo mencatatkan inflasi tahunan yang cukup tinggi, meski secara bulanan tekanan harga justru mengalami penurunan.
Secara tahunan (year-on-year), Provinsi Gorontalo mengalami inflasi sebesar 5,30 persen. Jika dibedah per wilayah, terdapat perbedaan signifikan antara wilayah perkotaan dan kabupaten.
Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 5,81 persen. Kota Gorontalo mencatatkan inflasi yang lebih rendah di angka 4,67 persen.
Kenaikan harga yang cukup tajam pada enam kelompok pengeluaran menjadi motor penggerak inflasi di Gorontalo. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga menjadi yang paling menonjol dengan lonjakan indeks sebesar 17,50 persen.
Meski angka tahunan terlihat tinggi, Wateki mengungkapkan bahwa pada bulan Februari 2026, Gorontalo sebenarnya mengalami deflasi secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,83 persen.
Hal ini mengindikasikan adanya penurunan harga komoditas tertentu dibandingkan bulan Januari 2026, yang memberikan sedikit ruang napas bagi daya beli masyarakat.
Hingga Februari 2026, inflasi tahun kalender (year-to-date) Gorontalo berada di angka 1,12 persen. Meskipun deflasi bulanan terjadi, tingginya angka inflasi tahunan (5,30%) tetap memerlukan perhatian khusus, terutama pada sektor utilitas dan kebutuhan pokok yang menjadi beban utama rumah tangga.
“Inflasi tahunan kita dipicu kuat oleh kelompok perumahan dan energi yang naik hingga 17,50 persen, namun kita melihat ada tren penurunan harga secara bulanan di Februari ini sebesar 0,83 persen,” tuntas Wateki.







