Kang Adnan: Kedatangan Jamaah Haji, Momen Keberkahan dan Kesehatan

oleh -308 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Kedatangan jamaah haji Indonesia tahun 2025 disambut penuh antusias oleh masyarakat.

Selain menjadi peristiwa spiritual yang dinanti, momen ini diyakini membawa limpahan keberkahan dan manfaat kesehatan bagi lingkungan sekitar.

Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Adnan, M.Ag, atau yang akrab disapa Kang Adnan, mengatakan bahwa kepulangan jamaah haji tidak hanya menjadi kebahagiaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi harapan kolektif masyarakat.

“Kehadiran para jamaah haji setelah menjalankan ibadah selama kurang lebih 40 hari di tanah suci, menjadi inspirasi spiritual bagi masyarakat. Banyak yang berharap bisa menyusul berhaji, dan pada saat yang sama, memohon doa dari mereka yang baru saja pulang,” ujar Kang Adnan, Selasa (1/7/2025).

Ia menjelaskan, dalam tradisi keislaman masyarakat Indonesia, doa jamaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci diyakini mustajab, terutama dalam 40 hari pertama sepulang dari ibadah.

Oleh karena itu, tak sedikit warga yang datang bersilaturahmi ke rumah para haji dan meminta untuk didoakan.

“Disunahkan bagi orang yang berhaji untuk mendoakan ampunan bagi orang lain, meski mereka tidak memintanya. Sementara bagi yang tidak berhaji, sangat dianjurkan untuk meminta didoakan oleh mereka yang baru pulang,” jelasnya.

Tak hanya membawa doa, para jamaah juga datang dengan oleh-oleh spiritual berupa air zamzam, yang oleh masyarakat diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan.

“Air zamzam diyakini mampu menghidrasi tubuh, meningkatkan daya tahan, membantu pencernaan, meredakan kelelahan dan stres, bahkan dipercaya mencegah penyakit tertentu seperti kanker serta menjaga kesehatan gigi dan tulang,” tambah Kang Adnan.

Ia menegaskan bahwa menyambut kepulangan jamaah haji bukan semata tradisi sosial, tapi juga bagian dari syiar dan nilai-nilai keislaman yang penuh makna.

Tradisi ini mencerminkan semangat silaturahmi, kebersamaan, serta penghormatan terhadap mereka yang telah menunaikan rukun Islam kelima.

“Menyambut kedatangan jamaah haji, meminta doa, dan mencicipi air zamzam adalah bentuk keinginan kita untuk ikut merasakan keberkahan. Ini adalah praktik sosial-religius yang baik dan patut dilestarikan,” tutup Kang Adnan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.