INDO24JAM.ID, Gorontalo — Dalam Kajian Subuh yang digelar di Masjid Rahmatullah II, Perumahan Graha Misfalah, Kota Gorontalo, Sabtu (15/11/2025), Dr. KH. Adnan, M.Ag akrab disapa Kang Adnan menyampaikan materi yang mengundang perhatian jamaah bertema “Pijakan Membangun Persaudaraan.”
Melalui paparan sepanjang kajian, ia mengurai dua landasan besar dalam membangun persaudaraan dalam perspektif Islam dan kemanusiaan.
Di hadapan jamaah, Kang Adnan menjelaskan bahwa pijakan persaudaraan dapat lahir dari dua jalur utama: melalui pernikahan dan melalui kesengajaan atau pilihan hubungan yang dibangun secara sadar.
“Persaudaraan itu tidak semata-mata soal darah, tetapi tentang hubungan yang dibangun atas kepercayaan, kasih sayang, nilai, dan komitmen,” ujarnya.
Pada poin pertama, ia memaparkan konsep persaudaraan melalui pernikahan (mushaharah). Kang Adnan menerangkan adanya dua jenis mahram, yakni mahram selamanya dan mahram sementara, yang muncul dari akad nikah yang sah.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi memperluas jaringan silaturahmi antara dua keluarga besar yang sebelumnya tidak terhubung,” jelasnya.
Ia juga mengutip firman Allah dalam QS At-Tahrim ayat 6 sebagai pengingat pentingnya menjaga keluarga sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan.
Menurutnya, ikatan persaudaraan yang terbentuk melalui pernikahan menghadirkan hikmah besar, mulai dari perluasan lingkungan sosial hingga penguatan struktur masyarakat melalui hubungan kekeluargaan yang harmonis.
Pada bagian kedua, Kang Adnan mengulas konsep persaudaraan melalui kesengajaan dan pilihan. Ikatan ini, kata dia, terbentuk tanpa hubungan darah, tetapi berdasarkan keputusan sadar individu untuk membangun hubungan yang penuh dukungan emosional dan nilai-nilai moral bersama.
“Persaudaraan pilihan ini sering menjadi sumber kekuatan bagi orang yang tidak mendapatkan dukungan cukup dari keluarga biologis,” tuturnya.
Ia lalu mengutip hadis riwayat Tirmidzi tentang perumpamaan orang beriman sebagai satu tubuh.
“Hadis ini menunjukkan bahwa persaudaraan sejati dibangun atas rasa saling peduli dan simpati, yang menjadikan kita seperti satu keluarga besar,” tambah Kang Adnan.
Menurutnya, hubungan berbasis pilihan atau chosen family menjadi bukti bahwa makna keluarga dapat melampaui sekat-sekat biological. Persaudaraan tidak hanya lahir dari garis keturunan, tetapi juga dari ikatan emosional, moral, dan komitmen terhadap kebaikan bersama.
Kang Adnan menutup kajian dengan penegasan bahwa dua pijakan persaudaraan tersebut merupakan jalan penting untuk membangun masyarakat yang rukun dan saling menguatkan.
Jamaah mengikuti kajian dengan antusias, sementara beberapa di antaranya mengaku mendapat perspektif baru tentang makna luas dari sebuah persaudaraan. (*)
Kang Adnan Kupas Dua Pijakan Membangun Persaudaraan dalam Kajian Subuh








