Kang Adnan: Positive Thinking sebagai Fondasi Kebahagiaan Hidup

oleh -133 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Kajian Subuh di Masjid Rahmatullah II Perumahan Misfalah Rasaindo, Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Sabtu (13/9/2025) berlangsung khusyuk dan khidmat.

Dalam kesempatan itu, Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. KH. Adnan, M.Ag akrab disapa Kang Adnan menyampaikan materi bertajuk “Positive Thinking sebagai Fondasi Kebahagiaan Hidup.”

Momentum kajian ini bertepatan dengan Positive Thinking Day atau Hari Berpikir Positif yang diperingati setiap 13 September.

Kang Adnan menekankan pentingnya menjaga pola pikir sehat dan optimis sebagai modal utama untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Berpikir positif bukan sekadar motivasi, tapi fondasi hidup. Sejumlah penelitian bahkan menyebut, pola pikir positif dapat memperpanjang usia, mengurangi risiko penyakit jantung, serta membantu mengatasi stres dan kecemasan,” ungkap Kang Adnan.

Dalam perspektif Islam, berpikir positif identik dengan husnuzon atau berbaik sangka kepada Allah SWT, sesama manusia, dan segala ketetapan-Nya. Hal ini ditegaskan dalam Al-Baqarah ayat 216:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Pesan tersebut dipertegas lagi dalam hadits Qudsi riwayat Bukhari dan Muslim: “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.”

Menurut Kang Adnan, langkah konkret untuk membangun positive thinking adalah dengan memperbanyak rasa syukur, berbaik sangka kepada orang lain, memperkuat dzikir, serta selalu berharap ridha Allah SWT dan restu orang tua.

“Setiap masalah yang kita hadapi harus dijadikan pelajaran. Dengan husnuzon, hati akan lebih lapang, pikiran lebih tenang, dan tubuh pun menjadi lebih sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, manfaat berpikir positif sangat luas, mulai dari menjadi pijakan kesuksesan, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat imun tubuh, hingga menghadirkan kebaikan dunia dan akhirat.

“Allah tidak akan melupakan kebaikan yang kita lakukan, sekalipun kecil. Bahkan ketika kita memilih tersenyum saat ingin menangis, itu pun tercatat sebagai amal baik,” tutup Kang Adnan di hadapan jamaah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.