Kunker ke Gorontalo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Telaah Jantung Sejarah dan Tradisi Gorontalo

oleh -34 Dilihat
Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, M.Sc di dampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII, Tri Sugiharta saat meninjau Balai, Rabu (15/10/2025). Foto/Istimewa.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Provinsi Gorontalo hari ini, Rabu (15/10/2025), menjadi sorotan nasional dengan kedatangan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam kunjungan kerja yang padat dan bermakna. Didampingi oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Menteri Fadli Zon menapaki jejak sejarah dan kekayaan budaya daerah yang dikenal dengan sebutan “Serambi Madinah” ini.

Sejak mendarat di Bandara Djalaluddin Gorontalo pukul 07.00 Wita, Menteri langsung disambut dengan upacara adat yang khidmat. Rangkaian kegiatan kemudian berpusat pada peninjauan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Gorontalo, Benteng Otanaha, hingga Makam Pahlawan Nasional Nani Wartabone.

Kunjungan Menteri di Balai Pelestarian Kebudayaan Gorontalo Wilayah XVIII menjadi titik awal penjelajahan. Suasana semarak dengan lantunan Tarian Tujai dan Longgo, dua tarian penyambutan adat Gorontalo yang disuguhkan penuh penghormatan.

Kepala BPK Wilayah XVIII, Tri Sugiharta, mengalungkan salempang tenunan khas Gorontalo, karawo, sebagai simbol persahabatan dan penghargaan.

Di balai ini, Menteri dan Gubernur menyaksikan langsung kepiawaian pelaku UMKM Katabar (Karawo Tabongo Barat) dalam menyulam kain karawo, sebuah warisan budaya tak benda yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Momen kehangatan kian terasa saat Menteri Fadli Zon mencicipi aneka kuliner khas Gorontalo, seperti kolombengi, tiliaya, dan ilabulo, yang sarat cita rasa tradisional. Jejak Sejarah di Tiga Titik Penting Usai dari BPK, rombongan melanjutkan peninjauan ke Benteng Otanaha, situs cagar budaya peninggalan masa lampau yang berdiri kokoh di perbukitan Kota Gorontalo.

Peninjauan ini memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga dan merevitalisasi warisan bersejarah. Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, sebuah jendela waktu yang menyimpan artefak-artefak penting peradaban Gorontalo.

Puncak ziarah sejarah adalah peninjauan Makam Pahlawan Nasional Nani Wartabone di Suwawa, Bone Bolango, sebuah bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan kemerdekaan.

Agenda hari itu juga diselingi dengan Dialog bersama Seniman dan Budayawan Gorontalo di Hotel Aston. Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi dan merumuskan langkah strategis pemajuan kebudayaan Gorontalo di kancah nasional.

Kunjungan ditutup di penghujung hari di Kabupaten Boalemo. Menteri Fadli Zon dijadwalkan memberikan sambutan pada Malam Puncak Pesona Boalemo Miniatur NKRI, menegaskan bahwa keragaman budaya adalah pondasi kokoh persatuan bangsa.

Kunjungan kerja ini tidak sekadar seremoni, namun menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Gorontalo, dengan segala kekayaan tradisi, sejarah, dan seninya, kini semakin siap untuk menorehkan jejaknya dalam peta kebudayaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *