INDO24JAM.ID, Gorontalo – Dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan, Majelis Ta’lim Persaudaraan Haji Rabi’ah Al-Hijaz Kota Gorontalo menggelar kajian agama bertajuk “Refleksi Perjalanan Haji 2019”, Sabtu (22/6/2025).
Kegiatan itu berlangsung di kediaman Dr. H. Adnan, M.Ag, sosok yang akrab disapa Kang Adnan di Perumahan Graha Misfalah Blok H 8, Kota Gorontalo.
Refleksi ini diawali dengan pembacaan Surat Yasin bersama, yang menambah nuansa spiritual dan kekhusyukan acara.
Kajian tersebut menjadi ruang reflektif bagi para jamaah haji, khususnya yang tergabung dalam Persaudaraan Haji Rabi’ah Al-Hijaz, untuk kembali merenungi makna spiritual dari ibadah haji yang pernah mereka jalani enam tahun silam.
Dalam tausiyahnya, Kang Adnan yang juga Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan apresiasi mendalam atas soliditas dan semangat kebersamaan yang telah terjalin selama enam tahun perjalanan komunitas ini.
“Enam tahun bukan waktu yang sebentar. Banyak tawa, suka, dan perjuangan yang telah kita lalui bersama. Kita saling mengenal karakter masing-masing, dan itulah indahnya sebuah persaudaraan,” tuturnya.
Kang Adnan kemudian mengajak seluruh hadirin untuk merenungi kembali perjalanan spiritual mereka selama menunaikan ibadah haji tahun 2019.
Ia menggambarkan pengalaman saat wukuf di Arafah sebagai momen penting untuk mengenal diri sendiri dan menakar kualitas penghambaan kepada Allah SWT.
“Di Arafah, kita bertanya, Siapa diri kita? Sudah pantaskah kita disebut hamba yang taat? Di Muzdalifah, kita menyiapkan diri menghadapi tantangan hidup. Di Mina, kita bermunajat dan berjuang melawan hawa nafsu saat melempar jumrah. Semua itu adalah proses panjang menuju haji yang mabrur,” ungkapnya penuh semangat.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kemabruran haji bukanlah hasil instan, melainkan buah dari perjuangan spiritual yang konsisten.
Tawaf dan sai pun disebut sebagai simbol dinamika kehidupan yang menuntut ketekunan dan keberanian menghadapi ujian.
“Semoga dengan refleksi ini, tali silaturahmi kita semakin erat dan menjadi bukti dari kemabruran haji kita. Mari terus jaga semangat ukhuwah dan keistiqamahan dalam ibadah,” pungkas Kang Adnan.
Acara ini tidak hanya mempererat hubungan antar sesama alumni haji, tetapi juga menjadi oase spiritual yang mengingatkan kembali esensi dari rukun Islam kelima bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan jiwa menuju ridha Allah SWT. (*)









