INDO24JAM.ID, Gorontalo — Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggagas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Graduasi, sebuah inovasi baru yang bertujuan mendorong kemandirian masyarakat agar tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Langkah ini disebut menjadi yang pertama di Indonesia, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas sektor.
Satgas Graduasi dibentuk untuk mendukung kerja para pendamping sosial dalam mendampingi keluarga penerima manfaat menuju kemandirian.
Melalui mekanisme ini, pemerintah daerah ingin memastikan proses seleksi penerima bantuan sosial berjalan lebih akurat dan data yang digunakan benar-benar valid.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menjelaskan Satgas ini akan melibatkan perguruan tinggi, media, komunitas masyarakat, serta kalangan pengusaha.
Model kolaborasi yang dikenal dengan konsep penta helix ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi masyarakat yang telah “lulus” dari program bantuan untuk benar-benar mandiri secara ekonomi.
Menurut Sugondo, pelibatan pengusaha lokal menjadi bagian penting karena mereka dapat membimbing warga melalui pelatihan, pendampingan usaha, hingga berbagi pengalaman sukses di dunia kerja dan wirausaha.
Sugondo menegaskan, pembentukan Satgas Graduasi dilandasi oleh keinginan pemerintah daerah untuk membela data yang benar, agar penyaluran bantuan sosial dilakukan secara adil dan tepat sasaran.
“Kalau data yang benar dikelola dengan cara yang benar, maka bantuannya pun akan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, program ini tidak diawali dengan besaran anggaran tertentu, melainkan dengan niat baik dan semangat kolaborasi.
“Yang penting kerja dulu, hasilnya nanti akan mengikuti,” kata Sugondo.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap Satgas Graduasi dapat menjadi model nasional bagi daerah lain di Indonesia.
Mengingat, masih banyak wilayah yang menghadapi persoalan tumpang tindih data dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial.
Dengan pendekatan kolaboratif dan basis data yang kuat, Satgas Graduasi diharapkan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kemandirian masyarakat serta menjaga keadilan sosial di Kabupaten Gorontalo. (*)







