INDO24JAM.ID, Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, pada Kamis (04/12/2025),melanjutkan agenda penyaluran bantuan pangan di Kota Gorontalo. Ratusan warga penerima manfaat di dua lokasi, yakni Kantor Camat Kota Timur (245 penerima) dan Kantor Camat Kota Selatan (252 penerima), tampak antusias menyambut kedatangan Wagub Idah.
Bantuan yang disalurkan hari itu merupakan aspirasi dari Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Gorontalo, Erwinsyah Ismail, dan dimaksudkan untuk meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam sambutannya, Wagub Idah Syahidah menjelaskan secara rinci isi paket bantuan yang diterima setiap keluarga.
“Lima bantuan dengan nilai total Rp180.000. Terdiri dari beras 5 kilogram, minyak 2 liter, gula 1 kilogram, dan telur 10 butir. Mohon diterima dengan baik,” kata Wagub, memastikan bahwa semua barang yang diberikan adalah layak konsumsi dan berkualitas.
Ia juga menjelaskan bahwa penyaluran ini adalah hari kedua dan data penerima telah diseleksi oleh pihak aspirator agar bantuan dapat merata dan tepat sasaran.
“Jadi ini bergantian ya, apalagi nanti Pak Erwin mau ada masa kedua,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan pangan, Wagub Idah Syahidah menggunakan kesempatan ini sebagai forum interaksi langsung untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait kesehatan dan perlindungan keluarga.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pemerintah, menjaga kebersihan, dan yang paling utama, memberikan perhatian serius terhadap masa depan anak-anak. Wagub secara khusus menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual di Kota Gorontalo.
“Yang paling penting lagi, saya harapkan ibu-ibu semua ini menjaga anak-anaknya, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Karena sekarang ini banyak kasus-kasus pelecehan seksual,” tegasnya dengan nada keprihatinan.
Lebih lanjut, Wagub mengingatkan para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka bersekolah setinggi mungkin dan menghindari pernikahan dini.
“Sekolahkan setinggi mungkin, jangan cepat dikasih nikah. Kalau anaknya cepat nikah, belum waktunya nikah, bisa menyebabkan anaknya yang dilahirkan stunting,” pesannya, menekankan dampak jangka panjang dari pernikahan usia muda terhadap kesehatan generasi penerus.
Kegiatan penyaluran bantuan ini ditutup dengan harapan agar masyarakat terus hidup sehat, menjaga lingkungan, dan mendoakan anak-anak mereka agar selamat dan sukses dalam menjalani kehidupan.







