Wamen PPPA RI Pastikan Setiap Sekolah Garuda Punya Gugus Tugas Perlindungan Anak

oleh -56 Dilihat
Wamen PPPA Veronica Tan saat mendampingi Menko PM Muhaimin Iskandar saat meninjau stand karya siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo. Foto/Indo24jam.id

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronika Tan menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap Sekolah Garuda Transformasi memiliki gugus tugas perlindungan anak.

Hal ini disampaikan usai menghadiri peluncuran Sekolah Garuda di MAN Insan Cendekia Gorontalo, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh pendidikan.

Dalam wawancara, Veronika Tan menekankan bahwa Sekolah Garuda tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada pembangunan lingkungan belajar yang aman, setara, dan berkeadilan gender.

“Sekolah Garuda ini tentu bukan hanya dari sekolahnya saja. Kita harus lihat bagaimana partisipasi orang tua, bagaimana memberikan akses yang sama kepada anak perempuan dan anak laki-laki, serta bagaimana kita mendorong mimpi anak-anak agar punya kesempatan yang sama untuk berprestasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program Sekolah Garuda juga ditentukan oleh dukungan keluarga, guru, dan masyarakat dalam menumbuhkan semangat belajar serta rasa percaya diri anak-anak agar siap bersaing di tingkat global.

“Anak-anak kita perlu dorongan dari keluarga dan guru agar berani bermimpi besar, berprestasi, dan kelak kembali membangun bangsa lewat sains, teknologi, dan bidang-bidang yang menjadi passion mereka,” tambahnya.

Terkait aspek perlindungan anak, Veronika menjelaskan bahwa Kementerian PPPA telah menyiapkan mekanisme pengawasan di sekolah berasrama, termasuk penyediaan ruang konsultasi dan layanan psikologis.

“Kami memastikan di setiap Sekolah Garuda ada gugus tugas perlindungan anak. Mereka bertugas menjaga ruang aman bagi siswa, termasuk pendampingan psikolog, serta pengawasan hubungan antara guru dan murid,” terangnya.

‎Ia menegaskan, sistem ini juga diperkuat dengan pendidikan anti-bullying, anti-kekerasan, dan anti-intoleransi agar sekolah menjadi tempat yang benar-benar ramah anak.

“Zaman sekarang kita tidak bisa hanya bicara akademik. Sekolah juga harus menjamin keamanan dan kenyamanan siswa, membangun karakter, serta menumbuhkan toleransi,” tegasnya.

‎Melalui kehadiran Sekolah Garuda Transformasi, Veronika berharap generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi anak-anak yang unggul, setara, dan terlindungi, siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.