INDO24JAM.ID, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin Rapat Pimpinan Evaluasi Penyerapan Anggaran APBD OPD Provinsi Gorontalo pada Selasa (7/10/2025) di Aula Rujab Gubernur. Rapat yang digelar menjelang akhir tahun anggaran ini sarat dengan peringatan keras dan permintaan aksi cepat dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Gubernur Gusnar menegaskan bahwa saat ini Gorontalo telah memasuki bulan ke-10, yang merupakan periode kritis dalam pelaksanaan proyek fisik dan keuangan.
Gusnar Ismail mendesak semua OPD untuk segera menganalisis progres di bulan September dan menetapkan target yang ambisius untuk dua bulan ke depan. Ia mewanti-wanti agar OPD tidak terjebak pada keterlambatan yang akan memicu pekerjaan dadakan di bulan November.
“Target November itu sudah merupakan, menurut saya sudah harus merupakan target mati hidup. Artinya harus, harus ditegas jangan loyo-loyo,” tegas Gubernur.
Idealnya, menurut Gusnar, serapan anggaran bulan ini harus sudah berada 5-6 persen di atas target agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan. Ia mewaspadai kebiasaan lama di mana OPD baru akan melakukan “daerah keupayaan dan siasat” atau improvisasi yang berpotensi melanggar aturan karena desakan waktu di bulan November.
“Jangan sampai terjadi karena desakan waktu, kita memenuhi langkah, dipulihkan, tapi untuk kita laksanakan,” tambahnya, meminta OPD bertindak cepat agar kualitas pekerjaan tidak dikorbankan.
Gubernur juga menyoroti masalah pencairan dana yang seringkali menghambat laju pekerjaan fisik. Ia mengingatkan bahwa yang terpenting adalah kemajuan pekerjaan fisik, bukan menunggu permintaan dari kontraktor.
“Pesan saya sebelum lupa, pencairan keuangan tidak berasa penting. Pokoknya kemajuan pekerjaan yang ada, banyak,” ujarnya.
Gusnar meminta para pengelola keuangan di OPD untuk bersikap proaktif. Jika progres fisik sudah mencapai ambang tertentu (misalnya 10 persen), pencairan harus segera dilakukan tanpa menunggu permintaan.
Hal ini penting demi menjaga realisasi keuangan dan fisik yang selalu menjadi sorotan dan berkaitan dengan energi kemajuan daerah.
Rapat evaluasi ini akan dilanjutkan dengan penetapan target bersama dan pembahasan mendalam mengenai berbagai proyek strategis, khususnya yang membutuhkan koordinasi antar-OPD, untuk memastikan proyek-proyek yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat dapat segera terealisasi.







