Tingkat Kesejahteraan Petani Gorontalo April 2026 Alami Kenaikan, Sektor Wisata Mulai Meningkat

oleh -10 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo yang disampaikan pada Senin, 04/05/2026, tingkat kesejahteraan petani tercatat mengalami kenaikan signifikan di tengah dinamika ekonomi wilayah timur Indonesia.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, mengungkapkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 menyentuh angka 125,77. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,35 persen dibandingkan bulan Maret yang berada di level 122,88.

Kenaikan NTP Gorontalo ini menjadi catatan positif di saat performa ekonomi provinsi-provinsi di Indonesia Timur sedang beragam. Dari 14 provinsi di bagian timur, Gorontalo masuk dalam jajaran tujuh provinsi yang berhasil mencatatkan pertumbuhan positif.

Namun, di balik kabar baik tersebut, masyarakat perlu mewaspadai kenaikan biaya hidup. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), Naik sebesar 1,06 persen.

“Kenaikan NTP ini adalah indikator daya beli petani yang membaik, namun kita juga melihat adanya tekanan pada indeks konsumsi, khususnya di sektor pangan dan kebutuhan dasar,” ujar Agus Sudibyo di Kantor BPS.

Beralih ke sektor pariwisata, data menunjukkan anomali yang menarik. Di satu sisi, okupansi hotel bintang mengalami sedikit koreksi, namun di sisi lain, mobilitas wisatawan justru meledak.

Lonjakan perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) yang mencapai lebih dari 572 ribu perjalanan pada Maret 2026 menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk bergerak dan berwisata di wilayah Gorontalo sangat tinggi.

Meski rata-rata lama menginap masih tergolong singkat (1,50 malam untuk hotel bintang dan 1,06 malam untuk non-bintang), volume pergerakan orang ini diprediksi akan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah jika mampu dikelola dengan durasi tinggal yang lebih lama.

Provinsi Gorontalo mengawali kuartal kedua tahun 2026 dengan fondasi yang cukup kuat di sektor pertanian. Kini, tantangan selanjutnya adalah bagaimana menjaga stabilitas harga pangan agar kenaikan pendapatan petani tidak tergerus oleh inflasi rumah tangga, serta mengonversi lonjakan jumlah wisatawan menjadi okupansi hotel yang lebih maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.