Gebyar UMKM 2026 Dorong UMKM Gorontalo Naik Kelas

oleh -32 Dilihat
0-3840x2160-0-0-{}-0-24#

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Upaya memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Gorontalo terus digencarkan.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Gebyar UMKM Provinsi Gorontalo Tahun 2026, yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Grand Palace Convention Center.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Dekranasda Provinsi Gorontalo, serta Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia.

Mengusung tema “Akselerasi UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing untuk Ekonomi Gorontalo yang Tangguh dan Mandiri”, Gebyar UMKM 2026 dirancang untuk memperluas akses pasar, mendorong digitalisasi, meningkatkan kualitas produk lokal, sekaligus menginspirasi masyarakat agar lebih aktif mendukung pertumbuhan UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Melalui Gebyar UMKM 2026, kami ingin memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM Gorontalo agar lebih siap bersaing, baik di pasar nasional maupun global,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dirangkaikan dengan penandatanganan business matching pembiayaan dan penjualan, pengukuhan pengurus Dekranasda Provinsi Gorontalo, kick off Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026, serta Road to PENAS KTNA 2026.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah peluncuran pilot project Gorontalo-20 (G-20), sebuah program sinergi pengembangan UMKM melalui proses kurasi, pendampingan intensif, dan akselerasi kapasitas usaha.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan UMKM Gorontalo dalam menembus pasar yang lebih luas.

Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 235 UMKM binaan Bank Indonesia dan mitra binaan turut ambil bagian dalam pameran produk unggulan.

Kegiatan ini menargetkan capaian transaksi penjualan sebesar Rp1,5 miliar, serta realisasi pembiayaan UMKM sebesar Rp2 miliar melalui skema business matching dan perluasan akses ke lembaga keuangan.

Tak hanya pameran, Gebyar UMKM 2026 juga menghadirkan festival kuliner khas Gorontalo, peragaan busana berbasis kearifan lokal, lomba inovasi produk pangan, ajang pencarian bakat, seminar nasional, layanan konsultasi keuangan dan digitalisasi, hingga fasilitasi perizinan usaha seperti sertifikasi halal, izin edar, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurut Bambang, berbagai rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi berkembang secara berkelanjutan.

“Harapannya, UMKM Gorontalo semakin tangguh, mandiri, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.