Mobilitas Gorontalo Meningkat di Jalur Laut & Udara, Inflasi April Sentuh 2,24 Persen

oleh -20 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo baru saja merilis data terbaru yang menunjukkan lonjakan tajam pada arus transportasi serta pergerakan angka inflasi daerah.

Dalam Rilis Berita Resmi Statisti yang digelar di Kantor BPS pada Senin, 04/05/2026, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, menyampaikan potret kondisi Gorontalo terkini.

Bulan Maret 2026 menjadi periode sibuk bagi pintu-pintu masuk Gorontalo. Sektor transportasi laut mencatatkan lonjakan yang sangat kontras dibandingkan bulan sebelumnya.

Dermaga Laut, Jumlah penumpang yang berangkat meroket tajam hingga 131,20 persen, dengan total 7.299 orang. Tak kalah ramai, arus kedatangan pun meningkat signifikan sebesar 93,19 persen.

Dermaga Penyeberangan (Feri), Menjadi primadona pergerakan warga, jumlah keberangkatan via feri naik drastis sebesar 133,43 persen. Sebanyak 5.509 orang memilih jalur ini untuk melakukan perjalanan keluar Gorontalo.

Jalur Udara, Bandara di Gorontalo juga merasakan tren serupa. Tercatat 16.145 penumpang berangkat di bulan Maret, tumbuh 58,67 persen dari bulan Februari.

Kenaikan ini mengindikasikan adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup masif, baik untuk keperluan bisnis, keluarga, maupun perdagangan antar-wilayah.

Di sisi lain, Agus Sudibyo juga memaparkan kondisi stabilitas harga. Pada April 2026, Provinsi Gorontalo mencatatkan inflasi tahunan *(Year on Year/y-on-y) sebesar 2,24 persen.

“Inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga yang terjadi pada tujuh kelompok pengeluaran masyarakat,” ungkap Agus Sudibyo.

Selain inflasi tahunan, secara bulanan (month to month), Gorontalo mengalami kenaikan harga sebesar 0,74 persen pada April 2026. Sementara untuk inflasi tahun kalender (year to date), angkanya telah mencapai 2,11 persen.

Melonjaknya jumlah penumpang di gerbang-gerbang transportasi merupakan sinyal positif bagi geliat ekonomi daerah. Namun, kenaikan angka inflasi bulanan sebesar 0,74 persen di bulan April menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk tetap menjaga ketersediaan pasokan barang, agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tingginya mobilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.