BI dan BKKBN Luncurkan Program LEBE GACOR di Gorontalo

oleh -34 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo bersama BKKBN meluncurkan program Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah (LEBE GACOR). Program ini menjadi upaya kolaboratif untuk meningkatkan kualitas keluarga sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Kabupaten Gorontalo dan dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo. Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Gorontalo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan program LEBE GACOR menggabungkan dua fokus utama, yakni edukasi pencegahan stunting dan peningkatan literasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di tengah masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung peningkatan kualitas keluarga sekaligus memperkuat literasi masyarakat tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” kata Bambang.

Menurutnya, stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik anak, kemampuan kognitif, serta kesehatan jangka panjang.

Ia menjelaskan, berbagai faktor seperti keterbatasan ekonomi, akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang belum memadai, serta rendahnya literasi gizi menjadi penyebab utama munculnya risiko stunting di tingkat keluarga.

Selain edukasi literasi keuangan, program ini juga memberikan bantuan nutrisi bagi keluarga penerima manfaat. Kegiatan tersebut direncanakan digelar secara rutin dua kali setiap bulan sepanjang tahun 2026 di berbagai wilayah di Gorontalo.

“Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi terkait CBP Rupiah, tetapi juga dukungan nutrisi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting,” jelas Bambang.

Dalam pelaksanaannya, program LEBE GACOR juga akan melibatkan tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) melalui pelatihan peningkatan kapasitas atau Training of Trainer terkait literasi CBP Rupiah dan sistem pembayaran.

Para penyuluh BKKBN yang tersebar di desa dan kelurahan nantinya akan memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pencegahan stunting sekaligus pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.

“Harapannya, kolaborasi ini dapat memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan serta penggunaan Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” pungkas Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.