BI Gelar Rakorwil di Gorontalo, Dorong Swasembada dan Hilirisasi Pangan Sulampua

oleh -53 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Bank Indonesia (BI) se-wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bertema “Swasembada dan Hilirisasi Pangan di Sulampua” di Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, dan menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung agenda swasembada serta hilirisasi pangan sebagai bagian dari visi pembangunan nasional Asta Cita.

Dalam Rakorwil tersebut, disepakati bahwa upaya swasembada pangan harus diperkuat melalui strategi diversifikasi, intensifikasi, dan ekstensifikasi sumber daya pangan. Sementara itu, hilirisasi dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan petani dan pelaku usaha sektor pangan.

Secara struktural, kawasan Sulampua memiliki peran signifikan di sektor pertanian dengan pangsa mencapai 20,23 persen terhadap perekonomian regional. Kontribusi terbesar berasal dari subsektor pertanian dan perikanan. Bahkan, pada triwulan III 2025, sektor pertanian tumbuh sebesar 4,76 persen secara tahunan (yoy).

Tren pertumbuhan ekonomi Sulampua pascapandemi juga menunjukkan sinyal positif. Namun, ruang penguatan kebijakan dinilai masih terbuka lebar agar pertumbuhan dapat diakselerasi lebih tinggi dengan tetap menjaga prinsip inklusivitas. Pemerintah provinsi se-Sulampua pun didorong untuk memastikan program swasembada pangan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi kawasan.

Dalam konteks hilirisasi, BI mengidentifikasi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas produksi hingga minimnya fasilitas pascapanen. Berdasarkan asesmen, terdapat lima komoditas prioritas yang perlu didorong proses hilirisasinya, yakni beras, cabai, bawang merah, perikanan, dan jagung.

Untuk mengurai berbagai bottleneck tersebut, BI mendorong tiga fokus penguatan utama. Pertama, penguatan sisi hulu yang terintegrasi hingga hilir guna menciptakan rantai nilai yang efisien dan berkelanjutan. Kedua, peningkatan faktor produksi terutama sumber daya manusia, dengan penekanan pada literasi dan kapabilitas digital guna mendukung produktivitas, akses pasar, serta pembiayaan. Ketiga, penguatan sinergi lintas pihak antara pemerintah daerah, BI, dan otoritas terkait guna memastikan keselarasan kebijakan dan percepatan implementasi di lapangan.

Melalui Rakorwil ini, rekomendasi kebijakan dan langkah aksi yang lebih implementatif diharapkan dapat diterapkan di seluruh provinsi kawasan Sulampua, sehingga swasembada dan hilirisasi pangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat dan perekonomian regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.