INDO24JAM.ID, Boalemo – Ketua Umum Paguyuban Warga Pasundan Pusat Gorontalo (PWP-PG), Dr. H. Adnan, M.Ag atau yang akrab disapa Kang Adnan, mendorong penguatan sektor pertanian palawija saat menghadiri kegiatan Gempangan PWP-PG Cabang Boalemo yang digelar di Desa Bongo IV, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada Minggu, (15/6/2025).
Dalam sambutannya, Kang Adnan menyampaikan apresiasi atas semangat dan konsistensi warga PWP-PG Cabang Boalemo dalam menekuni sektor pertanian, khususnya palawija, sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Warga PWP-PG yang berasal dari tanah Pasundan dan menetap di Gorontalo telah menunjukkan ketangguhan luar biasa di sektor pertanian. Palawija yang mereka tanam menjadi harapan dalam menjaga kestabilan pangan di daerah ini,” ujar Kang Adnan.
Sebagai bentuk penguatan, ia meminta Ketua PWP-PG Cabang Boalemo, Lasijan, untuk membentuk Koordinator Desa (Kordes) di setiap desa.
Tujuannya adalah untuk memetakan jenis hasil palawija yang ditanam di masing-masing desa, sehingga bisa ditindaklanjuti dengan pemasaran yang efektif dan harga jual yang menguntungkan petani.
“Kalau tiap desa punya data palawija masing-masing, kita bisa bantu pasarkan secara kolektif. Dengan begitu, petani tidak hanya menanam, tapi juga menikmati hasil dengan harga yang layak,” tegas Kang Adnan.
Acara Gempangan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi program antarwarga PWP-PG, serta membangun solidaritas warga transmigran asal Jawa Barat di tanah rantau Gorontalo.
Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh PWP-PG lainnya yakni Ketua Cabang Boalemo Lasijan, Ketua PWP-PG Kota Gorontalo Icam Sutisna, M.Pd, Kasepuhan Abah Sanusi, Pengawas Kabupaten Gorontalo Ir. Abdurrhman K. Muhammad, M.Si, Pengawas Kabupaten Bone Bolango Ruly Hunawa, Pengawas Kab. Boalemo Dedi Karta, serta puluhan warga PWP-PG Cabang Boalemo.
Gempangan yang dibalut suasana kekeluargaan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan warga transmigran bukan hanya dalam jumlah, tetapi dalam kemampuan beradaptasi, bekerja keras, dan berkontribusi nyata bagi daerah tempat mereka tinggal. (*)









