Dzulhijjah Bulan Muhasabah, Kang Adnan: Waktunya Evaluasi Diri, Bukan Pembenaran Diri

oleh -343 Dilihat
Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo usai menyampaikan Khutbah Jumat. Foto/Istimewa

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Khutbah Jumat kali ini mengangkat tema yang sangat relevan di tengah pergantian tahun Hijriyah: “Dzulhijjah sebagai Bulan Muhasabah”.

Disampaikan oleh akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Adnan, M.Ag, atau yang akrab disapa Kang Adnan, khutbah ini mengajak umat Islam untuk menjadikan bulan Dzulhijjah sebagai momentum evaluasi diri, bukan pembenaran diri

Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Hijriyah, menurut Kang Adnan, adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi.

“Setiap individu perlu merenungkan perbuatannya selama satu tahun terakhir, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri, serta merancang langkah perbaikan ke depan,” ujarnya dalam khutbah di Masjid Al-Ikhsan Unisan Gorontalo, Jumat (13/6/2025)

Kang Adnan mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin, yang menyebutkan bahwa muhasabah adalah sarana menilai niat, tujuan, dan konsekuensi dari setiap tindakan.

Bahkan, Imam Al-Ghazali mencontohkan muhasabah sebagai aktivitas penting sebagaimana pedagang menghitung untung-rugi di akhir tahun.

“Jika para pedagang dunia saja menghitung dengan detail agar tidak rugi, bagaimana mungkin kita abai untuk menghitung amal kita yang berurusan dengan kebahagiaan atau kesengsaraan abadi?” jelas Kang Adnan mengutip Al-Ghazali.

Pesan introspektif juga datang dari Sayyidina Umar bin Khattab yang berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”

Menurut Kang Adnan, kalimat ini bukan hanya seruan moral, melainkan perintah untuk senantiasa sadar akan tanggung jawab diri sebagai hamba.

Ia menjelaskan tiga manfaat utama dari muhasabah:

1. Sarana Perbaikan Diri
Muhasabah membuka jalan bagi seseorang untuk memperbaiki diri dan menjauhi dosa. Setiap hari, kata Kang Adnan, sebaiknya dimulai dengan niat kebaikan dan diakhiri dengan evaluasi diri. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung.

2. Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
Dengan muhasabah, seseorang akan sadar atas tanggung jawabnya kepada Allah, sesama manusia, dan diri sendiri. Kang Adnan mengutip QS. Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan umat beriman untuk memperhatikan apa yang telah mereka persiapkan untuk hari esok (akhirat).

3. Menjaga Diri dari Maksiat
“Mereka yang terbiasa muhasabah akan lebih mawas diri, dan menjaga diri dari dosa karena menyadari Allah Maha Mengetahui setiap gerak-gerik dan pikiran mereka,” terang Kang Adnan. Ia menambahkan, introspeksi rutin akan meringankan hisab di hari kiamat dan membawa akhir kehidupan yang baik.

Di tengah peringatan Hari Kesadaran Albinisme Internasional dan Hari Softball Sedunia yang jatuh pada 13 Juni, khutbah ini menyoroti pentingnya kesadaran baik terhadap diri sendiri maupun terhadap kondisi sosial sekitar.

“Dzulhijjah bukan hanya tentang ibadah haji atau kurban. Ia juga saatnya kita berhenti sejenak, menengok ke belakang, dan bertanya pada diri: apakah aku sudah menjadi hamba yang lebih baik tahun ini?” tutup Kang Adnan dengan penuh hikmah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.