Inflasi Provinsi Gorontalo y-on-y November 2025 Sebesar 2,21 Persen: Kabupaten Gorontalo Penyumbang terbesar, 2,34 Persen

oleh -68 Dilihat
Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (01/12/2025) yang berlangsung di kantor BPS Provinsi Gorontalo menerangkan bahwa secara Year-on-Year (y-on-y), inflasi Provinsi Gorontalo mencapai 2,21 persen. Foto/Inka.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Provinsi Gorontalo menutup bulan November 2025 dengan kinerja harga yang beragam. Meskipun secara tahunan inflasi masih stabil, laju harga bulanan mengalami penurunan alias deflasi.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Dwi Alwi Astuti pada Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (01/12/2025) yang berlangsung di kantor BPS Provinsi Gorontalo menerangkan bahwa secara Year-on-Year (y-on-y), inflasi Provinsi Gorontalo mencapai 2,21 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata harga barang dan jasa di Gorontalo pada November 2025 lebih tinggi 2,21 persen dibandingkan November tahun sebelumnya.

Secara wilayah, Kabupaten Gorontalo menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan angka 2,34 persen, melampaui Kota Gorontalo yang mencatat inflasi sebesar 2,04 persen.

Sementara itu, inflasi kumulatif dari awal tahun (Year-to-Date/y-to-d) tercatat sebesar 1,63 persen.

Kabar baik datang dari pergerakan harga bulanan. Pada November 2025, Provinsi Gorontalo justru mencatatkan deflasi Month-to-Month (m-to-m) sebesar 0,24 persen.

Deflasi ini mengindikasikan adanya penurunan harga rata-rata dibandingkan bulan Oktober 2025, memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat menjelang akhir tahun.

Inflasi y-on-y 2,21 persen ini didorong oleh kenaikan harga yang terjadi pada tujuh kelompok pengeluaran utama. Kenaikan tertinggi didominasi oleh; Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Melonjak 8,06 persen. Makanan, Minuman, dan Tembakau: Naik 3,71 persen.

Pendidikan; Meningkat 2,03 persen. Kelompok lain yang turut menyumbang inflasi adalah penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,97%), transportasi (1,69%), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,58%), serta pakaian dan alas kaki (0,38%).

Laju inflasi tahunan ditahan oleh empat kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan harga atau deflasi y-on-y.

Penurunan terdalam terjadi pada; Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga: Deflasi 2,52 persen. Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan: Deflasi 1,58 persen.

Deflasi juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (-0,86%) dan kelompok kesehatan (-0,12%).

Kinerja harga yang terkendali ini diharapkan dapat terus berlanjut, didukung oleh deflasi bulanan yang terjadi di November, demi menjaga daya beli masyarakat Provinsi Gorontalo di pengujung tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.