Inflasi year on year Provinsi Gorontalo Januari 2026, Sentuh Angka 4,53 persen

oleh -84 Dilihat
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, Dalam rilis resmi di Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Senin (2/2/2026). Foto/Plankton25

INDO24JAM.ID, Gorontalo Memasuki bulan pertama di tahun 2026, wajah ekonomi Provinsi Gorontalo diwarnai dengan dinamika harga yang kontras. Meski secara bulanan terjadi penurunan harga, namun beban biaya hidup masyarakat secara tahunan justru menunjukkan tekanan pada sektor-sektor kebutuhan dasar.

Dalam rilis resmi di Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Senin (2/2/2026), Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, membedah struktur inflasi yang tengah membayangi Bumi Serambi Madinah.

Sorotan utama tertuju pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok ini mencatatkan kenaikan paling tajam, yakni sebesar 13,16 persen secara tahunan (year-on-year).

Kenaikan signifikan ini disusul oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 10,60 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 5,42 persen.

“Inflasi tahunan di Provinsi Gorontalo didorong oleh kenaikan indeks pada enam kelompok pengeluaran utama. Perumahan dan energi menjadi penyumbang terbesar, diikuti oleh kebutuhan perawatan pribadi dan bahan pangan,” ungkap Dwi Alwi Astuti.

Selain itu, sektor pendidikan, transportasi, serta restoran juga turut menyumbang kenaikan meski dalam angka yang lebih moderat, berkisar antara 1,20 hingga 2,03 persen.

Di tengah kenaikan harga tahunan, Januari 2026 justru membawa angin segar bagi daya beli bulanan. BPS mencatatkan terjadinya deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,28 persen.

Angka ini dipicu oleh penurunan harga pada lima kelompok pengeluaran yang memberikan “napas” bagi kantong masyarakat, di antaranya. Perlengkapan rumah tangga, Turun 3,74%, Informasi dan jasa keuangan: Turun 1,87%, Pakaian dan alas kaki: Turun 1,13%, Kesehatan & Rekreasi: Turun tipis di bawah 1%.

Penurunan harga pada kelompok pakaian dan perlengkapan rumah tangga ini mengindikasikan adanya penyesuaian harga pasca-perayaan tahun baru yang biasanya diwarnai dengan promo dan diskon besar.

Dengan angka inflasi year-to-date (y-to-d) yang bertengger di 0,28 persen, Pemerintah Provinsi Gorontalo kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas harga energi dan bahan pangan agar tidak semakin menggerus daya beli masyarakat di bulan-bulan mendatang.

Keseimbangan antara kelompok yang mengalami inflasi tajam (seperti energi) dan kelompok yang mengalami deflasi (seperti teknologi dan pakaian) akan menjadi kunci stabilitas ekonomi daerah sepanjang tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.