Islam dan Keluarga Sempurna: Kang Adnan Ungkap Nilai-nilai yang Menyatukan

oleh -442 Dilihat
Kang Adnan saat menyampaikan Khutbahnya didepan jamaah. Foto (Istimewa)

INDO24JAM.ID, Kabupaten Gorontalo — Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Adnan, M.Ag yang akrab disapa Kang Adnan, menyampaikan khutbah Jumat bertema “Membangun Keluarga Sempurna dalam Islam” di Masjid Al-Mustaqim, Desa Tinelo, Kabupaten Gorontalo, Jumat (18/7/2025).

Khutbah ini bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Sempurna Internasional atau International Perfect Family Day, sebuah momentum reflektif untuk mengapresiasi peran penting keluarga dalam kehidupan manusia.

“Hari ini bukan tentang memiliki keluarga yang tanpa cela, melainkan tentang merayakan cinta, kekompakan, dan nilai-nilai yang membuat keluarga terasa utuh dan berarti,” ujar Kang Adnan dalam pembukaan khutbahnya.

Menurutnya, istilah “keluarga sempurna” tidak dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai simbol dari keluarga yang saling mendukung, mengasihi, dan mampu menjadi tempat bertumbuhnya nilai-nilai kebaikan.

Kang Adnan menekankan bahwa dalam Islam, konsep keluarga sempurna merujuk pada keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah yakni keluarga yang dilandasi ketenangan, cinta, dan kasih sayang dari Allah SWT.

Ia mengutip firman Allah dalam QS. Ar-Rum ayat 21:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Lebih lanjut, Kang Adnan memaparkan tujuh ciri keluarga sempurna dalam pandangan Islam yang harus menjadi pijakan bagi umat Muslim:

  1. Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah
    Keluarga yang dipenuhi ketenteraman, cinta kasih, dan rahmat Allah.
  2. Ketaatan kepada Allah SWT
    Keluarga yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup.
    Seperti dalam QS. At-Thur ayat 21:
    “Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal mereka…”
  3. Saling Memaafkan dan Menghargai
    Anggota keluarga diajak untuk bersikap bijak dan sabar dalam perbedaan.
    QS. An-Nisa ayat 19 menyatakan:
    “Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut…”
  4. Menjalankan Fungsi Keluarga Secara Utuh
    Mulai dari fungsi religius, edukatif, sosial, hingga protektif dan rekreatif.
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.” (HR Tirmidzi)
  5. Komunikasi yang Jujur dan Terbuka
    Kang Adnan mengutip perkataan Imam al-Qusyairi:
    “Pohon cinta (seyogyanya) disirami dengan air kesepakatan dan keselarasan.”
  6. Saling Mendukung dan Peduli
    Setiap anggota keluarga saling memenuhi hak dan kewajiban satu sama lain.
    QS Al-Baqarah ayat 228 menegaskan bahwa:
    “Para perempuan mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut…”
  7. Menjadi Keluarga Maslahat
    Keluarga yang membawa kebaikan bagi anggotanya dan masyarakat luas.
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR Tirmidzi)

Kang Adnan menutup khutbahnya dengan mengajak para jamaah untuk tidak hanya mengejar konsep “sempurna” dalam bentuk material, tetapi membangun keluarga yang harmonis, saling menguatkan dalam ibadah, dan menjadi benteng moral dalam kehidupan sosial.

“Tugas kita bukan mencari pasangan yang sempurna atau anak yang ideal, tapi menciptakan lingkungan rumah tangga yang penuh keimanan, kasih sayang, dan kejujuran,” tutup Kang Adnan.

Khutbah ini menjadi pengingat bahwa membangun keluarga dalam perspektif Islam bukan hanya tentang relasi antar manusia, tetapi juga relasi dengan Allah SWT yang menjadi fondasi utama rumah tangga yang diridhai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.