Kang Adnan Ajak Umat Jadikan Persaudaraan sebagai Sumber Kekuatan dan Ketangguhan

oleh -153 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo — Dalam kajian Subuh di Masjid Rahmatullah II, Perumahan Graha Misfalah, Kota Gorontalo, Sabtu (22/11/2025), ulama dan akademisi Dr. KH. Adnan, M.Ag atau Kang Adnan menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya membangun persaudaraan sebagai fondasi ketangguhan umat.

‎Dengan mengangkat tema “Persaudaraan sebagai Simbol Kekuatan dan Ketangguhan”, Kang Adnan menegaskan bahwa kekuatan yang lahir dari persaudaraan bukan sekadar fisik, tetapi juga emosional dan sosial. Menurutnya, individu yang rapuh akan menjadi kokoh ketika bersatu dalam ikatan yang saling mendukung.

‎“Persaudaraan itu menjadikan kita kuat. Individu yang lemah ketika berdiri sendiri, akan menjadi kokoh ketika bersatu dan saling menopang,” ujar Kang Adnan di hadapan jamaah.

‎Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” Hadis ini, tegasnya, menjadi landasan bahwa kekuatan sejati lahir ketika umat saling membantu dan peduli.

‎Dalam paparannya, Kang Adnan merinci tiga indikator utama yang menunjukkan persaudaraan sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan:

‎Pertama, solidaritas dan dukungan kolektif. Ia menekankan pentingnya budaya saling membantu ketika seseorang tertimpa musibah.

‎“Ketika satu bagian terluka, yang lain ikut merasakan. Itulah persaudaraan,” katanya.

‎Kang Adnan juga mengutip QS. Al-Ma’idah ayat 2 yang menegaskan perintah untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa.

‎Kedua, membangun kepercayaan dan rasa aman. Menurutnya, persaudaraan melahirkan rasa percaya mendalam yang menjadi fondasi ketahanan kelompok. Ia kembali merujuk pada hadis Rasulullah SAW tentang umat yang bagaikan satu tubuh, ketika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan.

‎“Dalam lingkungan yang dipenuhi persaudaraan, setiap orang merasa dihargai. Di sanalah rasa aman muncul, dan rasa aman itu sumber ketangguhan,” jelasnya.

‎Ketiga, persatuan yang melampaui perbedaan. Kang Adnan menekankan bahwa persaudaraan sejati bersifat inklusif dan universal.

‎“Persaudaraan itu tidak mengenal batas etnis, ras, atau status sosial. Rasulullah sudah mengingatkan, ‘Jamaah itu rahmat, perpecahan itu azab.’”

‎Ia menegaskan bahwa sinergi dalam kebersamaan mampu melahirkan pencapaian besar yang mustahil dicapai secara individu.

‎Mengakhiri kajian, Kang Adnan mengajak jamaah memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

‎“Persaudaraan mengubah kerentanan individu menjadi ketangguhan kolektif. Ini adalah simbol kekuatan yang universal,” tegasnya.

‎Jamaah tampak antusias mengikuti kajian dan mengaku mendapat pemahaman baru mengenai pentingnya merajut persaudaraan dalam kehidupan sosial dan keagamaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.