Kang Adnan: Kepemilikan dalam Islam Adalah Amanah, Bukan Sumber Kebahagiaan Abadi

oleh -254 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Dalam kajian subuh yang digelar di Masjid Rahmatullah II, Perumahan Graha Misfalah, Kota Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), akademisi sekaligus dai, Dr. H. Adnan, M.Ag atau akrab disapa Kang Adnan, menyampaikan materi bertajuk “Memaknai Kepemilikan sebagai Sumber Kebahagiaan dalam Islam.”

Kang Adnan menjelaskan, kepemilikan secara psikologis memang dapat memberikan rasa puas, identitas, dan kenyamanan. Namun, ia mengingatkan bahwa fokus berlebihan pada kepemilikan materi justru bisa menurunkan kebahagiaan.

“Kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta benda semata, tetapi pada nilai spiritual, hubungan sosial yang kuat, dan rasa syukur yang mendalam,” ujarnya.

Menurutnya, Islam menempatkan Allah SWT sebagai pemilik mutlak atas segala sesuatu, sementara manusia hanyalah pemegang amanah.

Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT, antara lain Surah Ali Imran ayat 189 dan Surah Al-Maidah ayat 120.

“Kepemilikan hanyalah titipan ilahi. Manusia diberi wewenang untuk mengelola, tetapi harus bertanggung jawab sesuai syariat,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep kepemilikan dalam Islam mencakup tiga kategori:

  1. Kepemilikan individu, yakni hak pribadi atas harta yang diperoleh secara halal dan sah.
  2. Kepemilikan umum, yakni harta yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas seperti sumber daya alam.
  3. Kepemilikan negara, yakni harta yang dikelola pemerintah sebagai amanah rakyat.

Dalam implementasinya, harta tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang haram atau merugikan. Seorang muslim juga diwajibkan menyalurkan sebagian hartanya melalui mekanisme zakat, infak, maupun sedekah sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Apalah arti kepemilikan jika tidak membawa maslahat. Sejatinya, semua kepemilikan di dunia bersifat sementara. Yang abadi hanyalah kepemilikan Allah SWT,” tutur Kang Adnan.

Kajian subuh ini dihadiri jamaah Masjid Rahmatullah II dan masyarakat sekitar yang antusias mendengarkan materi penuh hikmah tersebut.

Suasana keagamaan semakin hangat ketika Kang Adnan menutup dengan pesan agar setiap muslim selalu bersyukur, bijak dalam mengelola harta, serta menempatkan kepemilikan sebagai jalan menuju keberkahan, bukan sekadar sumber kebahagiaan duniawi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.