Kang Adnan Kupas Makna Keikhlasan dalam Islam pada Kajian Subuh di Gorontalo

oleh -180 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Suasana Subuh di Masjid Rahmatullah II, Perumahan Graha Misfalah Kota Gorontalo, Sabtu (06/12/2025), terasa lebih teduh dan khusyuk.

Dalam kajian rutin yang digelar setelah salat Subuh, Dr. KH. Adnan, M.Ag atau akrab disapa Kang Adnan membawakan materi khusus tentang Keikhlasan dalam Islam, sebuah tema yang menyentuh langsung akar ibadah seorang muslim.

Di hadapan para jamaah, Kang Adnan memulai dengan menjelaskan definisi “ikhlas”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ikhlas berarti “bersih hati atau tulus hati”; melakukan sesuatu dengan jujur, tulus, dan rela tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia, melainkan murni karena Allah SWT.

“Ikhlas ini bukan hanya sifat, tapi juga sikap batin yang harus menghiasi setiap amal seorang muslim,” jelasnya.

Ia kemudian menguraikan dasar-dasar keikhlasan dalam Al-Qur’an, seperti QS. Al-Bayyinah ayat 5 yang menegaskan perintah mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah, QS. Al-Kahfi ayat 110 tentang amal saleh yang harus ikhlas, serta Surat Al-Ikhlas yang memurnikan pengakuan atas keesaan Allah.

“Nabi SAW juga telah mengingatkan, Allah hanya menerima amal yang murni karena-Nya dan mengharap ridha-Nya,” ungkap Kang Adnan sambil mengutip hadis riwayat An-Nasai.

Tiga Tingkatan Keikhlasan Menurut Syekh Nawawi Banten

Dalam kajiannya, Kang Adnan mengupas secara mendalam pandangan ulama besar Nusantara, Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, dalam kitab Nashâihul ‘Ibâd tentang tiga tingkatan keikhlasan:

  1. Tingkatan Keikhlasan Tertinggi

Tingkatan ini, jelasnya, adalah ketika seseorang beramal semata-mata karena Allah, tanpa sedikit pun mengharapkan perhatian, pujian, atau imbalan apa pun dari manusia. Bahkan, ia tidak memikirkan balasan surga atau takut pada neraka. “Ia hanya ingin menunaikan perintah Allah sebagai bentuk penghambaan yang murni,” ujar Kang Adnan.

  1. Keikhlasan dengan Harapan Balasan Akhirat

Pada tingkat ini, seseorang beramal karena Allah, namun tetap memiliki harapan pahala—dijauhkan dari siksa neraka, dimasukkan ke surga, dan dimudahkan hisabnya. Menurut Kang Adnan, tingkatan ini masih tergolong ikhlas. “Allah dan Rasul sendiri sering memotivasi umat dengan pahala dan kelezatan akhirat, maka niat seperti ini tetap dibenarkan,” katanya.

  1. Keikhlasan Tingkat Dasar: Mengharap Kebaikan Dunia

Tingkatan terendah adalah beramal dengan niat agar Allah memberikan kelapangan rezeki, kesehatan, atau kemudahan urusan dunia. Misalnya, salat dhuha untuk kelapangan rezeki atau memperbanyak istighfar demi keturunan. “Ini tetap termasuk ikhlas karena Allah yang menawarkan keutamaan tersebut, hanya saja kedudukannya paling rendah,” terang Kang Adnan.

Mengasah Hati agar Tetap Ikhlas

Di akhir kajian, Kang Adnan mengingatkan bahwa keikhlasan adalah inti ibadah dan kunci diterimanya amal. “Keikhlasan itu terus diasah. Ia tidak lahir dalam sehari. Kita harus melatih hati agar bebas dari pamrih dan penuh penghambaan kepada Allah,” pesannya.

Kajian Subuh ini mendapat perhatian luas dari jamaah, yang tampak antusias mengikuti pemaparan hingga tuntas. Suasana masjid menjadi saksi bagaimana nilai keikhlasan kembali dihidupkan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

Dengan kajian bernas seperti ini, Masjid Rahmatullah II semakin menjadi pusat pembelajaran spiritual yang menyejukkan bagi umat Islam di Kota Gorontalo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.