Kang Adnan: Makna Filosofis “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju”

oleh -147 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo — Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Adnan M.Ag, atau yang akrab disapa Kang Adnan, menilai tema Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2025, yakni “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju”, memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Menurutnya, tema ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan militer, tetapi juga mencerminkan arah transformasi TNI dalam memperkuat karakter kebangsaan dan kemanunggalan bersama rakyat demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan maju.

Kang Adnan menjelaskan bahwa istilah TNI PRIMA merupakan akronim dari Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif, yang digagas oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sejak akhir 2023.

‎Konsep ini, kata dia, menjadi visi besar TNI dalam membangun kekuatan yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai tantangan, baik di era digital, dinamika geopolitik global, maupun ancaman non-militer.

“TNI PRIMA adalah cerminan wajah baru militer Indonesia yang profesional dalam tugas, responsif terhadap perubahan, modern dalam teknologi, serta adaptif terhadap situasi global. Ini adalah upaya membangun TNI yang relevan dengan tantangan zaman,” ujar Kang Adnan di Gorontalo, Sabtu (5/10/2025).

Lebih lanjut, ia menilai istilah TNI Rakyat memiliki akar sejarah yang sangat kuat dan tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa. TNI, kata dia, lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan berjuang untuk rakyat.

Sejak masa awal kemerdekaan, TNI terbentuk dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang berisi para pejuang rakyat, dan sejak itu, keterlibatan rakyat menjadi bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.

Menurut Kang Adnan, filosofi ini kemudian diwujudkan dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yaitu sistem pertahanan nasional yang melibatkan seluruh rakyat, wilayah, dan sumber daya bangsa.

Dalam sistem ini, TNI menjadi komponen utama pertahanan negara, sementara rakyat berperan sebagai komponen pendukung yang tidak terpisahkan.

“Kemanunggalan TNI dan rakyat merupakan kekuatan sejati bangsa ini. Rakyat adalah sandaran moral dan kekuatan sosial bagi TNI, sementara TNI adalah pelindung dan penjaga kedaulatan bagi rakyat. Hubungan keduanya harus terus dirawat dalam semangat gotong royong dan cinta tanah air,” jelasnya.

Kang Adnan juga menyoroti makna Indonesia Maju sebagai simbol dari cita-cita besar bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara yang modern, sejahtera, dan berdaya saing global tepat pada 100 tahun kemerdekaannya.

‎Menurutnya, keberhasilan mencapai visi tersebut sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antara rakyat dan TNI dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat fondasi pembangunan.

“Indonesia akan cepat mencapai kemajuan dan kemakmuran apabila sinergi antara TNI dan rakyat terus diperkuat. Karena kemajuan bangsa bukan hanya lahir dari kekuatan militer, tetapi dari persatuan, dedikasi, dan semangat kebersamaan antara rakyat dan tentaranya,” pungkas Kang Adnan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.