Kang Adnan: Meneladani Kemuliaan Nabi Ibrahim AS, Kunci Meraih Ridha Allah SWT

oleh -471 Dilihat
Kang Adnan saat menyampaikan khutbah Idul Adha. Foto/Istimewa.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Jum’at, 6 Juni 2025 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 H, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha.

Tahun ini, Idul Adha juga bertepatan dengan peringatan hari lahir Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno.

Momentum ini menjadi pengingat pentingnya pengorbanan dan perjuangan, baik dalam meraih kemerdekaan bangsa maupun dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Menurut Adnan, yang akrab disapa Kang Adnan, akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, perayaan Idul Adha hendaknya dijadikan refleksi untuk meneladani Nabi Ibrahim AS, yang kisah hidupnya sarat dengan pengajaran penting bagi umat manusia.

Kang Adnan menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang menemukan konsep ketuhanan (tauhid) melalui renungan mendalam dan akal yang jernih.

“Beliau tidak terpengaruh oleh keyakinan kaumnya yang menyembah bintang, bulan, dan matahari. Nabi Ibrahim AS meyakini bahwa hanya Allah SWT lah satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta,” tutur Kang Adnan.

Hal ini, katanya, diabadikan dalam QS. al-An’am ayat 75–78.

Nabi Ibrahim AS juga dikenal berani dan cerdas dalam berdialog. Kang Adnan mencontohkan ketika Ibrahim AS berdebat dengan Raja Namruz bin Kan’an.

“Dengan kecerdasan logika, Nabi Ibrahim AS mematahkan klaim Namruz bahwa ia bisa menghidupkan dan mematikan manusia. Ibrahim menantangnya untuk menerbitkan matahari dari barat, dan Namruz pun bungkam,” jelasnya, mengutip QS. al-Baqarah ayat 258.

Hal ini menjadi contoh penting tentang pentingnya daya nalar dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Dalam momentum Idul Adha, Kang Adnan menekankan pengorbanan yang ditunjukkan Nabi Ibrahim AS saat Allah SWT memerintahkannya menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

“Meski perintah itu berat bagi seorang ayah, Nabi Ibrahim AS menunjukkan ketaatan luar biasa. Bahkan Nabi Ismail AS pun merespons dengan sabar dan penuh keikhlasan,” ujarnya, merujuk QS. Ash-Shaffat ayat 102.

Nabi Ibrahim AS juga tercatat sebagai tokoh penting dalam sejarah ibadah haji.

“Beliau bersama putranya, Nabi Ismail AS, membangun dan meninggikan Ka’bah, yang menjadi pusat ibadah umat Islam,” kata Kang Adnan, sambil mengutip QS. Ali Imran ayat 96–97.

Sebagai penutup, Kang Adnan mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Adha sebagai momen memperkuat tauhid, rasionalitas, pengorbanan, dan semangat membangun.

“Meneladani Nabi Ibrahim AS adalah kunci untuk meraih ridha Allah SWT dan mencapai kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.