Kang Adnan: Refreshment Penguji UKin adalah Instrumen Kejujuran Akademik

oleh -291 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo — Menilai calon guru bukan hanya soal memberi angka, tapi juga tentang menegakkan integritas.

Itulah pesan yang ditegaskan oleh Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Adnan, M.Ag, atau akrab disapa Kang Adnan, dalam kegiatan Refreshment Penguji Uji Kinerja (UKin) bagi penguji Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) yang digelar di Grand Palace Convention Centre (GPCC) Kota Gorontalo, 13 Oktober 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) IAIN Sultan Amai Gorontalo ini menjadi wadah penting bagi para penguji baik dosen maupun guru untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen terhadap objektivitas serta kejujuran akademik dalam menilai calon guru.

“Refreshment ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bentuk academic honesty instrument alat untuk memastikan bahwa proses penilaian berjalan jujur, adil, dan bertanggung jawab,” tegas Kang Adnan.

Menurutnya, penyegaran bagi penguji UKin sangat penting karena menyangkut profesionalitas dan keadilan dalam menilai kemampuan calon guru.

Melalui kegiatan ini, para penguji kembali memperdalam pemahaman tentang rubrik penilaian, mulai dari aspek portofolio, RPP, hingga video pembelajaran, agar hasil ujian kinerja benar-benar mencerminkan kompetensi peserta.

Kang Adnan menjelaskan bahwa tujuan utama refreshment meliputi lima hal penting, penyamaan persepsi, agar seluruh penguji memiliki pandangan yang sama terhadap kriteria penilaian.

Kedua Peningkatan pemahaman, dengan memperbarui informasi tentang prosedur dan teknik penilaian terbaru. Lalu ketiga penyegaran pengetahuan, untuk mengingatkan kembali peran dan tanggung jawab penguji.

Kemudian keempat persiapan matang, supaya penilaian dilakukan teliti dan sesuai standar nasional dan kelima penanaman integritas, sebagai refleksi nyata kejujuran akademik.

Lebih jauh, Kang Adnan menekankan bahwa kejujuran akademik (academic honesty) adalah pondasi moral dari seluruh kegiatan pendidikan, terutama dalam evaluasi calon pendidik.

“Menjadi penguji berarti menjaga kehormatan dunia akademik. Kita harus jujur, bertanggung jawab, membangun integritas, dan menumbuhkan karakter etis. Tanpa itu, hasil pengujian kehilangan makna,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, prinsip academic honesty bukan hanya soal larangan menyontek atau plagiasi, tetapi tentang sikap adil dan objektif dalam seluruh proses akademik, termasuk saat menguji kinerja mahasiswa PPG.

“Kejujuran akademik adalah modal utama melahirkan guru-guru profesional yang bukan hanya pandai mengajar, tetapi juga berkarakter. Karena pada akhirnya, guru yang jujur akan menumbuhkan generasi yang berintegritas,” tutup Kang Adnan penuh makna. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.