Majelis Ta’lim an-Nasihin PWP-PG Gelar Kajian Iman, Bahas Lima Tingkatan Keimanan

oleh -367 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo — Suasana penuh khidmat menyelimuti kediaman H. Yaqub dan Hj. Tita Rahayu di Telaga, Kabupaten Gorontalo, Jumat (3/10/2025).

Puluhan jamaah Majelis Ta’lim an-Nasihin Paguyuban Warga Pasundan Pusat Gorontalo (PWP-PG) tampak khusyuk mengikuti Kajian Iman yang menjadi agenda rutin dalam memperkuat keislaman dan kebersamaan di antara warga Pasundan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan surah Yasin bersama, kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustadz Rokataini, S.Pd, yang juga merupakan Pengawas PWP-PG Cabang Kota Gorontalo.

Dalam kajiannya, Ustadz Rokataini menyampaikan bahwa iman sejati tidak hanya diucapkan, tetapi juga dibuktikan dengan amal perbuatan.

“Karakteristik iman adalah keyakinan yang teguh dalam hati, diikrarkan melalui lisan, dan dibuktikan lewat tindakan nyata. Orang beriman senantiasa takut kepada Allah, khusyuk dalam salat, menjauhi perbuatan sia-sia, menunaikan zakat, serta bersabar dan bertawakal dalam segala situasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keimanan sejati tercermin dari keseimbangan antara hati, ucapan, dan tindakan.

“Keyakinan kepada Allah tidak cukup di hati saja. Ia harus diikrarkan dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWP-PG Dr. H. Adnan, M.Ag, yang akrab disapa Kang Adnan, turut memberikan tausiah tambahan dengan mengutip pandangan Syekh M. Nawawi al-Bantani dalam kitab Kasyifatus Saja.

Ia menjelaskan bahwa iman memiliki lima tingkatan yang menggambarkan perjalanan spiritual seseorang dalam mengenal Tuhannya.

Pertama, iman taklid, yaitu keimanan yang didasarkan pada ucapan orang lain tanpa memahami dalilnya. Kedua, iman ilmu atau ilmul yaqin, yakni keimanan yang berdasarkan pada pemahaman terhadap dalil dan aqidah.

Ketiga, iman ‘iyan atau ainul yaqin, yaitu keyakinan yang disertai pengawasan batin; seseorang merasa selalu diawasi oleh Allah. Keempat, iman haq atau haqqul yaqin, yakni tingkat di mana seseorang melihat kehadiran Allah di setiap ciptaan-Nya, yang disebut dengan maqam musyahadah.

Dan kelima, iman hakikat, yaitu tingkatan tertinggi di mana seseorang lenyap dalam cinta kepada Allah dan tidak menyaksikan apapun selain-Nya, yang dikenal dengan maqam fana.

“Dua tingkatan pertama adalah wilayah ikhtiar manusia, tapi tiga tingkatan berikutnya adalah anugerah Ilahi sesuatu yang diberikan kepada mereka yang dipilih oleh Allah,” terang Kang Adnan dalam kajiannya yang disimak dengan penuh takzim oleh para jamaah.

‎Ia juga menekankan pentingnya setiap muslim untuk terus mendalami keimanan melalui pencarian ilmu dan pemahaman terhadap sifat-sifat Allah agar tidak berhenti pada keimanan taklid.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasepuhan PWP-PG Abah Asep Solihin, Ketua Pengawas Drs. H. Hikmat Nurhayat, Bendahara Umum Hardy Abdullah Salam, Ketua Cabang Boalemo Lasijan, Pengawas Cabang Bone Bolango Rully, Pengawas Cabang Gorontalo Ir. Abdurrahman K. Muhammad, M.Si, Sekretaris Cabang Kabupaten Gorontalo Tintin Juhartini, Sekretaris Cabang Bone Bolango Risnur Pratiwi, Bendahara Cabang Gorontalo Yuyun Wahyuni, serta jajaran pengurus dan jamaah Majelis Ta’lim an-Nasihin.

Kehadiran para tokoh dan jamaah menambah semarak suasana yang diwarnai dengan kebersamaan, diskusi ringan, dan doa bersama.

Kajian ini bukan sekadar ruang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antaranggota PWP-PG.

“Majelis seperti ini bukan hanya wadah ibadah, tetapi juga ruang memperdalam makna iman agar semakin kokoh dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkas Kang Adnan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.