Muzdalifah, Simbol Kebersamaan Umat Islam dalam Satu Tempat, Kang Adnan Ungkap Makna Spiritual dan Sosialnya

oleh -314 Dilihat
Kang Adnan bersama sang IStri saat berada di Arafah. Foto/Istimewa.

INDO24JAM.ID, Gorontalo Muzdalifah bukan hanya sekadar titik transit dalam perjalanan ibadah haji. Bagi Kang Adnan, akademisi dari IAIN Sultan Amai Gorontalo, tempat ini menyimpan makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia.

Dalam wawancaranya, Kang Adnan menyampaikan bahwa secara etimologis, kata Muzdalifah berasal dari bahasa Arab al-izdilaf yang berarti “berkumpul” atau “mendekat.”

Istilah ini merujuk pada momentum di mana jemaah haji dari berbagai penjuru dunia bertemu dan bermalam bersama di satu tempat yang sama usai wukuf di Arafah.

“Secara historis, ada riwayat yang menyebutkan bahwa Muzdalifah adalah tempat berkumpulnya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah lama terpisah. Inilah mengapa tempat ini juga disebut sebagai simbol pertemuan dan penyatuan,” ungkap Kang Adnan, Kamis (12/6/2025).

Muzdalifah secara geografis merupakan wilayah terbuka yang terletak di antara Arafah dan Mina, Arab Saudi, dengan luas sekitar 12,25 kilometer persegi.

Tempat ini menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji, di mana para jemaah disunnahkan untuk melakukan mabit atau bermalam, serta mengumpulkan kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah di Mina.

Selain itu, di Muzdalifah, jemaah melaksanakan salat Magrib dan Isya secara jamak qashar, serta memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk penghayatan spiritual yang mendalam.

Namun bagi Kang Adnan, makna Muzdalifah tak hanya bersifat ritual semata. Ia melihatnya sebagai simbol kebersamaan dalam satu tempat yang sarat pesan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Muzdalifah merepresentasikan rasa persatuan, solidaritas, dan kesatuan tujuan. Di tempat ini, umat Islam dari berbagai latar belakang berkumpul tanpa sekat. Tak ada beda suku, warna kulit, maupun status sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Adnan menjelaskan empat nilai utama dari simbol kebersamaan di Muzdalifah:

  1. Rasa Persatuan dan Solidaritas: Kebersamaan menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
  2. Kesatuan Tujuan: Semua jemaah hadir dengan satu niat, satu tujuan, yakni memenuhi panggilan Allah SWT.
  3. Penguatan Ikatan Sosial: Momen-momen bersama mempererat hubungan antarindividu maupun kelompok.
  4. Penciptaan Keharmonisan: Interaksi yang terjadi menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan menghormati.

“Muzdalifah adalah ruang kontemplatif sekaligus ruang sosial. Ia bukan sekadar persinggahan, tapi menjadi cermin dari potensi umat Islam untuk bersatu, saling mendukung, dan membangun peradaban yang harmonis,” pungkas Kang Adnan.

Pesan ini, menurutnya, sangat relevan dengan kondisi umat saat ini yang menghadapi berbagai tantangan. Muzdalifah hadir sebagai pengingat bahwa kekuatan umat terletak pada kebersamaan dan kesatuan hati dalam menjalankan perintah-Nya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.