PWP Pusat Gorontalo Rayakan Lebaran Ketupat 1446 H di Dua Titik, Soroti Makna Religius dan Budaya

oleh -326 Dilihat
Ketua Umum PWP Pusat Gorontalo saat lebaran ketupat bersama warga Pasundan. Foto/Istimewa

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Paguyuban Warga Pasundan Pusat Gorontalo (PWP-PG) turut memeriahkan perayaan Hari Raya Ketupat 1446 H/2025 M dengan menggelar acara di dua titik sekaligus.

Dua titik tersebut di kediaman Bunda Yureta Ali di Desa Isimu Selatan dan kediaman Bendahara PWP-PG Cabang Kabupaten Gorontalo, Ibu Yuyun Wahyuni, di Desa Pilolalenga, Senin (07/04/2025).

Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan, menjadi ajang silaturahmi antarwarga Pasundan di tanah rantau.

Ketupat, sebagai ikon utama perayaan, tidak hanya dihidangkan sebagai sajian khas, tetapi juga diangkat maknanya secara mendalam oleh Ketua Umum PWP-PG, Kang Adnan.

“Makna ketupat secara substantif adalah refleksi dari kesalahan manusia sebagai hamba Allah. Proses pembuatannya yang rumit menggambarkan lika-liku hidup dan perjuangan spiritual manusia,” ungkapnya

“Namun, ketika dibuka, ketupat menampakkan isi putih bersih sebuah simbol kesucian hati setelah bertaubat dan memohon ampun,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketupat juga melambangkan kesempurnaan ibadah, khususnya bagi mereka yang telah berhasil menunaikan puasa Ramadhan sebulan penuh dan menggapai predikat muttaqin.

Tak hanya sarat nilai religius, perayaan ini juga menyiratkan pesan budaya yang kuat.

Menurut Kang Adnan, tradisi Lebaran Ketupat adalah bentuk akulturasi yang harmonis antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal yang berpotensi memperkuat sektor pariwisata Gorontalo.

“Ini bukan hanya soal perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah, membangun harmoni sosial, serta berkontribusi pada kemajuan daerah,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.