Sambutan Gubernur Jawa Barat dalam Pengukuhan Pengurus PWP-PG Periode 2024–2027

oleh -294 Dilihat
Karangan bunga kiriman dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedy Mulyadi untuk Pengurus baru PWP Pusat Gorontalo Periode 2024-2027. Foto/Istimewa.

INDO24JAM.ID, Gorontalo – Kehangatan dan nilai-nilai budaya Sunda mengalir dalam sambutan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lusi Lesminingwati, pada acara Milangkala ke-30 dan pelantikan Pengurus Paguyuban Warga Pasundan Pusat Gorontalo (PWP-PG) periode 2024–2027.

Mewakili Gubernur, Lusi menyampaikan bahwa filosofi hidup orang Sunda adalah hirup kudu nyuprih mangpaat, hidup harus memberi manfaat.

“Hidup itu bukan sekadar hadir, tapi harus menjadi sumber kebaikan bagi sesama, di manapun kita berada,” ungkapnya di hadapan tamu dan tokoh yang hadir, Minggu (13/4/2025).

Ia menegaskan, meskipun berada jauh dari Tanah Pasundan, warga Sunda di Gorontalo telah membuktikan konsistensinya dalam menjaga akar budaya, nilai kebangsaan, serta menjalin silaturahmi selama tiga dekade.

“30 tahun bukan waktu yang pendek. Ini adalah bukti bahwa warga Sunda tetap teguh memelihara jati diri dan budaya, meski di tanah rantau,” katanya.

Dalam sambutannya, Gubernur juga menitipkan tiga pesan penting:

Pertama, bahwa identitas Sunda bukan sekadar etnik, melainkan karakter. Karakter warga Sunda yang dikenal lemah lembut tidak berarti lemah dalam prinsip.

“Warga Pasundan di mana pun harus bisa menjadi Surya Kanta Pik, cahaya yang menebar nilai dan memberi manfaat di lingkungan,” tutur Lusi.

Kedua, ia mengapresiasi kegiatan pengukuhan ini yang tidak hanya bersifat seremonial, tapi juga menyentuh aspek ekonomi masyarakat melalui promosi UMKM dan kuliner khas Sunda.

“Inilah bentuk pembangunan sejati: memadukan budaya dan kemandirian ekonomi. Ngabudaya téh lain ukur dina upacara, tapi dina kahirupan sapopoe,” ucapnya.

Ketiga, pelantikan pengurus bukan hanya bentuk formalitas, melainkan sumpah moral.

“Menjadi pengurus berarti menjadi pelayan, bukan penguasa. Harus jadi pengikat tali silaturahmi lintas generasi dan budaya,” tegasnya.

Lusi juga menutup sambutan dengan nilai filosofi Sunda Pancawaluya cager, bager, bener, pinter, jeung singer yang menjadi fondasi hidup warga Sunda, termasuk di tanah rantau.

“Atas nama Gubernur Jawa Barat, saya ucapkan selamat milangkala ke-30 Paguyuban Warga Pasundan di Gorontalo dan selamat kepada pengurus yang baru. Teruslah hadir, menjaga budaya, dan menguatkan ekonomi warga di perantauan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.