INDO24JAM.ID, Gorontalo – Empat UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo berhasil membawa sulaman khas Karawo tampil di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Keempat UMKM tersebut, yakni House of Abhiee, Tethuna, TIAR Handycraft, dan D’Korsase, menampilkan berbagai koleksi busana dan aksesori yang memadukan kekayaan budaya Gorontalo dengan desain modern dan inovatif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, mengatakan keikutsertaan empat UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus memperluas akses pasar produk unggulan daerah.
“Keikutsertaan UMKM binaan di Indonesia Fashion Week merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia untuk mendorong Karawo tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi produk fesyen yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional,” ujar Bambang, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan BI tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas usaha, inovasi, branding, hingga membuka akses promosi melalui berbagai ajang berskala nasional.
House of Abhiee menghadirkan koleksi Karawo modern yang dikembangkan desainer Abidin Ishak sejak 2012. Selain menghasilkan karya fesyen, usaha tersebut juga memberdayakan sekitar 50 perempuan perajin yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.
Sementara Tethuna milik Mohammad Ramdhan Mopangga menampilkan busana yang memadukan kain daerah dengan desain kontemporer. Jenama ini sebelumnya berhasil meraih juara pertama Indonesia Young Fashion Designer Competition 2023 dan pernah membawa karya Karawo dalam peragaan busana di Ankara, Turki.
TIAR Handycraft milik Isnawati Mohamad menghadirkan konsep fesyen berkelanjutan melalui perpaduan teknik ecoprint dengan sulaman Karawo. Berawal dari pemanfaatan eceng gondok sebagai produk kerajinan, usaha tersebut kini berkembang menjadi produsen busana ramah lingkungan berciri khas Gorontalo.
Sementara D’Korsase milik Ulfa Ali menghadirkan Karawo dalam bentuk tas, dompet, dan berbagai aksesori yang memperluas pemanfaatan sulaman khas Gorontalo dalam kehidupan sehari-hari.
Bambang menambahkan, kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Dekranasda diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM sehingga produk-produk lokal semakin kompetitif.
“Karawo memiliki nilai budaya yang tinggi. Dengan inovasi, peningkatan kualitas, dan promosi yang berkelanjutan, kami optimistis produk-produk Gorontalo mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para perajin dan pelaku UMKM,” katanya.
Indonesia Fashion Week 2026 berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan menjadi ajang promosi bagi desainer, pelaku industri fesyen, serta UMKM dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkenalkan karya terbaik mereka kepada pasar nasional maupun internasional.







