Kang Adnan Paparkan Kesombongan yang Terpuji dalam Khutbah Jumat

oleh -130 Dilihat

INDO24JAM.ID, Gorontalo — Dalam khutbah Jumat di Masjid Darul Falah Tuladenggi, Kabupaten Gorontalo, Jumat (28/11/2025), Ketua Umum Paguyuban Warga Pasundan Pusat Gorontalo (PWP-PG), Dr. H. Adnan, M.Ag atau Kang Adnan, menyampaikan pesan agama yang menarik perhatian jamaah: bahwa tidak semua bentuk kesombongan tercela.

‎Ada kondisi tertentu di mana sifat yang umumnya dibenci ini justru dapat menjadi terpuji, sebagaimana dijelaskan ulama besar Abu Sa’id Al-Khadimi.

‎Mengawali khutbah, Kang Adnan menegaskan bahwa sombong atau pongah pada dasarnya adalah sifat buruk yang muncul saat seseorang merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain.

‎Kesombongan, kata dia, adalah kondisi ketika hati merasa melayang karena membandingkan diri dengan kekurangan orang lain. Ia mengutip penjelasan Abu Sa’id Al-Khadimi dalam kitab Bariqah Mahmudiyyah, bahwa sombong adalah “perasaan nyaman dan bahagia ketika melihat diri berada di atas orang lain.”

‎Sikap seperti ini, menurutnya, sangat tercela karena sama saja memosisikan diri sejajar dengan Tuhan yang Mahasempurna.

‎Kang Adnan kemudian membacakan firman Allah dalam Surat Al-Isra’ ayat 37–38 yang mengingatkan manusia agar tidak berjalan di muka bumi dengan kesombongan, karena perbuatan itu sangat dibenci Allah. Namun demikian, ia menjelaskan adanya pengecualian.

‎“Dalam keadaan tertentu, kesombongan bisa berubah menjadi sifat terpuji. Bukan karena meninggikan diri, tetapi untuk tujuan kemaslahatan,” ujarnya.

‎Ia merujuk pandangan Imam Abu Sa’id Al-Khadimi bahwa ada tiga bentuk kesombongan yang justru dipuji agama. Yang pertama adalah kesombongan kepada orang sombong.

‎Menurutnya, merendah di hadapan orang yang congkak hanya membuat mereka semakin terjerumus dalam keangkuhan, sementara sikap angkuh yang ditujukan balik dapat menjadi cara menyadarkan mereka.

‎Ia mengutip pendapat Imam Abu Hanifah yang menyatakan bahwa orang yang paling zalim adalah mereka yang tetap merendah kepada orang yang congkak dan berpaling darinya.

‎Bentuk kesombongan terpuji berikutnya adalah kesombongan di medan perang, yang bukan berasal dari hati tetapi merupakan strategi untuk mengguncang moral musuh dan memperkuat keberanian pasukan sendiri.

‎Sisanya adalah kesombongan saat bersedekah, yakni menunjukkan bahwa pemberi tidak membutuhkan harta yang diserahkan agar penerima tidak merasa rendah diri.

‎“Kadang tawadu justru tidak tepat saat bersedekah, karena bisa menyinggung hati penerima,” tutur Kang Adnan

‎Ia juga membacakan hadis riwayat Jabir ra yang menyebutkan bahwa “kesombongan yang dicintai Allah adalah kesombongan di medan perang dan kesombongan ketika memberi sedekah.”

‎Mengakhiri khutbah, Kang Adnan mengajak jamaah memahami konteks kesombongan terpuji agar tidak salah mempraktikkannya.

‎Ia menegaskan bahwa kesombongan yang dilarang adalah merasa diri paling hebat, paling benar, dan merendahkan orang lain tanpa alasan syar’i.

‎“Semoga kita jauh dari kesombongan yang tercela dan mampu menempatkan diri secara tepat dalam setiap keadaan,” tutupnya.

‎Khutbah ini mendapat perhatian jamaah karena membahas konsep religius yang jarang diulas dalam kajian umum, namun memiliki dampak besar dalam kehidupan sosial dan spiritual umat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.